Trump Ngamuk Diblokir Twitter Selamanya, Janji ‘Comeback’ Di Situs Baru
Dunia
Rusuh Massa Trump Duduki Capitol

Akun Twitter Presiden Amerika Serikat Donald Trump diblokir Twitter untuk selama-lamanya buntut cuit-cuitannya yang dinilai penuh hasutan. Kini, ia ngamuk dan janji bakal kembali. Pakai akun apa?

WowKeren - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump murka setelah akun Twitternya diblokir secara permanen pada Jumat (8/1) waktu setempat. Ia langsung menuduh Twitter tengah berkonspirasi dengan musuh politiknya untuk membungkam dirinya.

Diketahui, penutupan akun Trump di Twitter sendiri dilakukan akibat cuit-cuitannya yang dinilai penuh hasutan. Ia terus menuliskan pernyataan-pernyataan provokatif di Twitter yang menolak kemenangan Joe Biden sebagai presiden terpilih. Hal ini berujung pada kerusuhan massa pendukungnya yang dilakukan di Gedung Kongres Capitol Hill, Washington DC, Rabu (6/1) lalu.

Usai akun pribadinya diblokir, Trump langsung memakai akun Twitter resmi milik President of the United States (POTUS). Ia menuliskan cuitan penuh kemarahan kepada platform media sosial berlogo burung biru itu yang dinilai telah melarang kebebasan berpendapat.

”Twitter telah melangkah lebih jauh dan lebih jauh dalam melarang kebebasan berbicara. Malam ini, karyawan Twitter telah berkoordinasi dengan Demokrat dan radikal kiri dalam menghapus akun saya dari platform mereka, untuk membungkam saya,” kata Trump dalam rangkaian cuitan dari akun resmi @POTUS seperti dilansir dari ABC, Sabtu (9/1). “Dan ANDA, 75.000.000 patriot hebat yang memilih saya.”


Namun, cuitan Twitter Trump di akun POTUS itu lagi-lagi langsung dihapus oleh pihak Twitter. Tak menyerah, Trump memakai situs resmi kantor pers Gedung Putih untuk melontarkan penyataan berupa kritikan tajam pada bagi sejumlah media sosial yang telah memblokirnya.

Dalam pernyataan resminya, Trump berjanji kepada para pengikutnya di Twitter akan segera kembali. Bahkan, ia mengisyaratkan akan pindah haluan ke platform lain untuk kembali dan tidak akan pernah bungkam.

”Kami telah bernegosiasi dengan berbagai situs lain, dan akan segera mengumumkannya,” janji Presiden AS ke-45 ini. “Kami juga melihat kemungkinan untuk membangun platform kami sendiri dalam waktu dekat. Kami tidak akan DIAM.”

Sebelumnya, Twitter sempat menangguhkan akun Twitter sementara dan mengancam akan melakukan pembokiran jika Trump tidak menghapus cuit-cuitannya yang berisi hasutan. Hal ini dilakukan dengan melihat konteks, respons, serta penafsiran dalam cuitan Trump yang berpotensi menimbulkan kekacauan.

Sebagai informasi, Trump memiliki lebih dari 88,8 juta pengikut di Twitter. Selama ini, Trump memang seolah memiliki hak spesial di Twitter. Bagaimana tidak, ia masih diberi akses untuk menuliskan cuitan-cuitannya di platform media sosial tersebut meskipun berkali-kali melakukan pelanggaran. Namun, Twitter akhirnya memutuskan mengambil langkah tegas dengan mencabut hak tersebut.

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts