Alasan Dian Sastro Jadi Sutradara Karena Terinspirasi Sang Mantan?
Instagram/therealdisastr
Selebriti

'Nougat' menjadi film perdana yang berhasil Dian Sastro sutradarai. Setahun sebelumnya, Dian terlebih dahulu menjajal diri sebagai produser untuk fllm 'Guru-Guru Gokil'.

WowKeren - Di bawah naungan rumah produksi Base Entertainment, Dian Sastro memberanikan diri untuk mencoba mengembangkan kreativitasnya sebagai seorang sutradara. Debut perdana sebagai seorang sutradara ditunjukkan Dian melalui film "Nougat".

Rupanya, menjadi seorang sutradara merupakan impian Dian Sastro sejak lama. Hanya saja keinginan itu baru dilakoni lawan main dari Nicholas Saputra dalam film "Ada Apa Dengan Cinta?" ini melalui film "Nougat". Karya perdananya tersebut merupakan short movie yang tergabung dalam sebuah film omnibus bertajuk "Quarantine Tales".

"Quarantine Tales" ini telah tayang di Bioskop Online sejak Desember lalu. Ada 5 short movie yang tergabung dalam film tersebut, salah satunya karya artis Dian Sastrowardoyo.

Diketahui, Dian sudah ingin menjadi sutradara sejak ia masih SMA. Bahkan Dian juga memiliki mantan kekasih yang berprofesi sebagai sutradara. Hal itu kemudian yang memicu semangat Dian untuk bisa menyutradarai sebuah film.


"Awal banget gue masuk ke perfilman itu tahun '99. Zaman itu gue lagi pacaran sama sutradara video klip yang membuat gue jadi suka nonton film," ungkap Dian melansir dari laman DetikHot. "Di situ pas sebelum masuk ke (film) 'Bintang Jatuh', gue itu sebenarnya mau jadi sutradara juga. Terus terang lihat cowok gue itu, gue kayak 'belagu banget sih lo jadi sutradara, gue juga bisa', gitu."

Dian yang diwawancarai melalui aplikasi Zoom ini mengaku sama sekali tidak ingin menjadi pemain dalam film "Bintang Jatuh". Dian justru ingin menjadi asisten sutradara. Film "Bintang Jatuh" disutradarai oleh Rudi Soedjarwo dan rilis pada tahun 2000.

"Pas gue masuk 'Bintang Jatuh' itu, gue ngelamarnya mau jadi asstrada Rudi Soejarwo," imbuh Dian. "Cuma asstrada itu sudah tiga (di film itu) dan yang justru nggak ada itu pemainnya yang jadi Donna itu. Akhirnya sejak itu gue kecebur jadi pemain."

Rupanya Dian sempat menjadi pegawai kantoran lantaran merasa industri film tidak ada perkembangan. Barulah setelah pemerintah mencabut industri perfilman dari Daftar Negatif Investasi (DNI) pada tahun 2016 lalu, Dian menilai ada harapan bagus dari dunia kreatif ini. Dian yang merupakan lulusan S2 Jurusan Bisnis, menilai bahwa suatu saat nanti industri hiburan Indonesia bisa sesukses K-Pop asal Korea Selatan.

(wk/wahy)

You can share this post!

Related Posts