Siaga Bencana Alam! Begini Cara Selamatkan Diri Saat Gempa, Banjir Hingga Gunung Meletus
Twitter/BNPB_Indonesia
SerbaSerbi
Gempa Majene Sulbar

Sejumlah bencana alam telah menghantam Indonesia. Mulai gempa bumi, banjir, longsor, hingga gunung meletus. Jangan panik! Pahami cara selamatkan diri saat bencana tersebut terjadi.

WowKeren - Indonesia tengah dihantam oleh bencana alam di sejumlah wilayah. Gempa bumi yang mengguncang Kabupaten Majene dan Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar) telah menewaskan 81 orang hingga Minggu (17/1).

Gempa bumi tersebut juga sempat diperingatkan BMKG berpotensi memicu terjadinya tsunami. Kemudian bencana banjir bandang di Kalimantan Selatan (Kalsel) telah dilaporkan telah menewaskan 15 orang dan membuat 100 ribu warga mengungsi.

Curah hujan yang tinggi juga telah menyebabkan bencana longsor di Sumedang, Jawa Barat yang menewaskan 25 orang. Longsor ini tercatat membuat 29 rumah mengalami kerusakan dan 1.020 warga mengungsi hingga Sabtu (16/1).

Gelombang air laut tinggi juga sempat menerjang Manado pada Minggu (17/1) sore hingga membuat warga setempat panik. BMKG menyebut gelombang air tinggi ini disebabkan oleh curah hujan yang tinggi dan angin kencang yang mencapai 30-60 km per jam. Manado sendiri juga tengah dihadapkan dengan bencana banjir-longsor.

Bencana alam di Indonesia pada tahun 2021 ini juga dilengkapi dengan meletusnya Gunung Semeru, Jawa Timur pada Sabtu (16/1). Selain Semeru, kondisi Gunung Merapi juga terpantau semakin mengkhawatirkan setelah terus mengeluarkan lahar dan awan panas hingga saat ini.

Rentetan bencana alam di Tanah Air tersebut tentunya menciptakan kekhawatiran yang mendalam, khususnya bagi masyarakat yang tinggal di wilayah terdampak. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sendiri telah mengeluarkan status tanggap bencana di sejumlah wilayah Indonesia.

Masyarakat pun diminta untuk memahami cara-cara melakukan evakuasi dan penyelamatan diri saat bencana terjadi. Hal ini dilakukan agar masyarakat memiliki kesiapsiagaan diri sehingga mengantisipasi ancaman bencana dan meminimalkan korban jiwa, korban luka, maupun kerusakan infrastruktur.

Berikut merupakan langkah-langkah penyelamatan diri saat bencana alam berdasarkan panduan dari BNPB:

Gempa Bumi

Gempa Bumi

AFP/Getty Images/Juan Cevallos

Gempa bumi merupakan bencana yang bersifat tidak dapat diprediksi kapan terjadinya. Akibatnya, bencana ini dapat menimbulkan dampak korban jiwa, luka, maupun kerusakan infrastruktur yang sangat signifikan. Karena itu penting untuk memahami cara penyelamatan diri yang aman saat gempa mengguncang.

a) Saat berada di dalam ruangan:

  1. Merunduk hingga menyentuh lantai; cari perlindungan di bawah meja atau perabot lain yang kuat; dan tunggu hingga guncangan berhenti. Apabila tidak ada meja atau perabot untuk berlindung, lindungi kepala anda dengan lengan kemudian merayap menuju ruangan.
  2. Jauhi gelas, jendela, atau apa pun yang mungkin memjatuhi Anda.
  3. Tetap di tempat tidur apabila terjadi gempa, lindungi kepala Anda dengan bantal. Apabila ada kemungkinan benda berat akan menimpa Anda, segera menuju ke sisi terdekat yang aman.
  4. Tetap di dalam ruang hingga guncangan berhenti, dan keluarlah ketika sudah aman. Penelitian menunjukkan bahwa banyak orang terluka karena mereka berusaha untuk menuju ke lokasi yang berbeda atau berusaha ke luar bangunan.
  5. Waspadai segala kemungkinan yang timbul akibat arus pendek.
  6. Jangan menggunakan lift.

b) Saat berada di luar ruangan:

  1. Tetaplah di luar.
  2. Jauhi dari gedung, lampu jalan, atau jaringan berkabel.
  3. Ketika di luar, tetaplah di luar hingga guncangan berhenti. Bahaya paling besar berada langsung di luar bangunan; pada pintu keluar, exterior sepanjang dinding luar.

c) Saat di dalam kendaraan:

  1. Menepi dan berhenti segera. Tetap tinggal di dalam kendaraan. Hindari berhenti di dekat atau di bawah bangunan, pohon, jembatan, atau pun jaringan berkabel.
  2. Lanjutkan berkendara setelah gempa berhenti. Hindari jalan, jembatan, atau halangan yang telah rusak akibat gempa.

d) Saat terjebak di dalam reruntuhan:

  1. Jangan menyalakan api.
  2. Jangan bergerak atau apa pun yang menimbulkan debu.
  3. Tutupi mulut Anda dengan sapu tangan atau kain.
  4. Munculkan suara pada pipa atau dinding sehingga tim SAR dapat mencari posisi Anda. Gunakan peluit apabila tersedia. Berteriak adalah jalan terakhir yang dapat dilakukan, tapi hal ini dapat menyebabkan akan menghirup debu.

Tsunami

Tsunami

Bloomberg/Getty Images/Dimas Ardian

Tsunami merupakan gelombang air laut besar yang dipicu oleh pusaran air bawah laut karena pergeseran lempeng, tanah longsor, erupsi gunung api, dan jatuhnya meteor. Tsunami dapat bergerak dengan kecepatan sangat tinggi dan dapat mencapai daratan dengan ketinggian gelombang hingga 30 meter dalam hitungan menit.


a) Sebelum dan saat terjadi tsunami:

  1. Nyalakan radio untuk mengetahui apakah tsunami terjadi setelah adanya gempabumi di sekitar wilayah pantai.
  2. Cepat bergerak ke arah daratan yang lebih tinggi dan tinggal di sana sementara waktu.
  3. Jauhi pantai. Jangan pernah menuju ke pantai untuk melihat datangnya tsunami. Apabila Anda dapat melihat gelombang, anda berada terlalu dekat. Segera menjauh.
  4. Waspada- apabila terjadi air surut, jauhi pinggir pantai. Ini merupakan salah satu peringatan tsunami dan harus diperhatikan.

b) Setelah terjadi tsunami:

  1. Jauhi area yang tergenang dan rusak sampai ada informasi aman dari pihak berwenang.
  2. Jauhi reruntuhan di dalam air. Hal ini sangat berpengaruh terhadap keamanan perahu penyelamat dan orang-orang di sekitar.
  3. Utamakan keselamatan dan bukan barang-barang Anda.

Banjir

Banjir

PickStock/Getty Images/Curt Pickens

Banjir disebabkan oleh faktor hidrometeorologi ini selalu meningkat setiap tahunnya. Meskipun terkadang tidak menimbulkan banyak korban jiwa, bencana ini tetap saja merusak infrastruktur dan mengganggu stablitas perekonomian masyarakat secara signifikan. Oleh sebab itu, kita harus siap untuk mengantisipasi setiap jenis bencana banjir.

a) Saat banjir akan terjadi:

  1. Simak informasi dari radio mengenai informasi banjir
  2. Waspada terhadap banjir yang akan melanda. Apabila terjadi banjir bandang, beranjak segera ke tempat yang lebih tinggi; jangan menunggu instruksi terkait arahan beranjak.
  3. Waspada terhadap arus bawah, saluran air, kubangan, dan tempat-tempat lain yang tergenang air. Banjir bandang dapat terjadi di tempat ini dengan atau tanpa peringatan pada saat hujan biasa atau deras.

b) Saat banjir terjadi dan harus evakuasi:

  1. Amankan rumah Anda. Apabila masih tersedia waktu, tempatkan perabot di luar rumah. Barang yang lebih berharga diletakkan pada bagian yang lebih tinggi di dalam rumah.
  2. Matikan semua jaringan listrik apabila ada instruksi dari pihak berwenang. Cabut alat-alat yang masih tersambung dengan listrik. Jangan menyentuh peralatan yang bermuatan listrik apabila Anda berdiri di atas air.

c) Saat harus meninggalkan rumah:

  1. Jangan berjalan di arus air. Beberapa langkah berjalan di arus air dapat mengakibatkan Anda jatuh. Apabila Anda harus berjalan di air, berjalanlah pada pijakan yang tidak bergerak. Gunakan tongkat atau sejenisnya untuk mengecek kepadatan tempat Anda berpijak.
  2. Jangan mengemudikan mobil di wilayah banjir. Apabila air mulai naik, abaikan mobil dan keluarlah ke tempat yang lebih tinggi. Apabila hal ini tidak dilakukan, Anda dan mobil dapat tersapu arus banjir dengan cepat.

Tanah Longsor

Tanah Longsor

Twitter/BNPB_Indonesia

Tanah longsor biasa dipicu oleh curah hujan tinggi. Struktur tanah yang labil sangat mudah mengalami longsor hingga mengakibatkan bencana khususnya bagi masyarakat yang berada di posisi lebih rendah. Karena itu, masyarakat di pegunungan atau perbukitan harus selalu waspada dan memahami cara penyelamatan diri saat terjadi longsor.

a) Saat terjadi tanah longsor:

  1. Apabila Anda di dalam rumah dan terdengar suara gemuruh, segera ke luar cari tempat lapang dan tanpa penghalang
  2. Apabila Anda di luar, cari tempat yang lapang dan perhatikan sisi tebih atau tanah yang mengalami longsor.

b) Sesudah terjadi tanah longsor:

  1. Jangan segera kembali ke rumah Anda, perhatikan apakah longsor susulan masih akan terjadi.
  2. Apabila Anda diminta untuk membantu proses evakuasi, gunakan sepatu khusus dan peralatan yang menjamin keselamatan Anda.
  3. Perhatikan kondisi tanah sebagai pijakan yang kokoh bagi langkah Anda.
  4. Apabila harus menghadapi reruntuhan bangunan untuk menyelamatkan korban, pastikan tidak menimbulkan dampak yang lebih buruk atau menunggu pihak berwenang untuk melakukan evakuasi korban.

Gunung Meletus

Gunung Meletus

AFP/Getty Images/Ted Aljibe

Gunung berapi dapat didefinisikan sebagai suatu sistem saluran fluida pana yang memanjang dari kedalaman sekitar 10 km di bawah permukaan bumi sampai ke permukaan bumi, termasuk endapan hasil akumulasi material yang dikeluarkan pada saat meletus. Indonesia sendiri memiliki sejumlah gunung berapi yang masih aktif dan berpotensi meletus. Situasi ini membuat masyarakat perlu mengetahui upaya evakuasi saat bencana ini terjadi.

a) Saat gunung berapi meletus:

  1. Hindari daerah rawan bencana seperti lereng gunung, lembah dan daerah aliran lahar.
  2. Lindungi diri dari abu letusan dan awan panas di tempat terbuka.
  3. Persiapkan diri untuk kemungkinan bencana susulan.
  4. Kenakan pakaian yang bisa melindungi tubuh seperti : baju lengan panjang, celana panjang, topi dan lainnya.
  5. Jangan memakai lensa kontak.
  6. Pakai masker atau kain untuk menutupi mulut dan hidung.
  7. Saat turunnya awan panas usahakan untuk menutup wajah dengan kedua belah tangan.

b) Setelah gunung berapi meletus:

  1. Jauhi wilayah yang terkena hujan abu.
  2. Bersihkan atap dari timbunan abu. Karena beratnya, bisa merusak atau meruntuhkan atap bangunan.
  3. Hindari mengendarai mobil di daerah yang terkena hujan abu sebab bisa merusak mesin motor, rem, persneling hingga pengapian.
(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts