Bukan Narkoba, Nindy Ayunda Ceraikan Suami Karena Puncak KDRT Fatal Di 2020
WowKeren/Fernando
Selebriti
Perceraian Nindy Ayunda

Fakta mengejutkan dibeberkan Nindy terkait perceraiannya dengan suami. Bukan karena narkoba, pengacara ungkap KDRT yang cukup fatal buat Nindy mantap ajukan cerai.

WowKeren - Nindy Ayunda alias Nindy tengah menghadapi cobaan berat di hidupnya. Setelah suami terjerat kasus narkoba, pemberitaan tentang Nindy semakin kencang setelah ia mengajukan gugatan cerai pada Askara Parasady Harsono yang telah dinikahinya hampir selama 10 tahun.

Namun, fakta mengejutkan dibalik rumah tangga Nindy yang selalu terlihat harmonis semakin terkuak. Rupanya ibu dua anak itu mantap menceraikan suami bukan karena kasus narkoba melainkan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Hal ini diungkapkan oleh pengacara Nindy, Herman Y. Herman membeberkan jika kliennya itu telah menjadi korban KDRT yang sudah lama terjadi.

”Sampai saat ini tidak ada perubahan. Dia tetap ingin bercerai,” kata Herman saat ditemui WowKeren di Pengadilan Agama Jakarta Selatan, Rabu (27/1). “Ya mungkin kalau kita lihat, ada beda pendapat, kurangnya perhatian dari suami, dan adanya tindakan kekerasan dalam rumah tangga juga ada.”


Saat ditanya KDRT seperti apa, Herman menyebut ada KDRT secara verbal. Bahkan, Nindy sempat mengalami KDRT yang cukup fatal di tahun 2020. Momen itu disebut pengacara menjadi puncak kliennya berniat mengajukan cerai.

Herman mengatakan wanita berusia 32 tahun itu bahkan sempat membuat laporan atas kasus KDRT di tahun 2020 lalu. “Terjadinya itu yang fatalnya KDRT itu tahun 2020 sehingga membuat laporan. Ya (KDRT) secara verbal dia,” ungkap Herman.

Nindy selama ini disebut mencoba mempertahankan hubungan rumah tangganya. Namun, KDRT yang dialaminya itu membuat dirinya sudah tidak tahan untuk bersatu dengan suami.

Menurut keterangan Herman, kasus narkoba Askara sebenarnya sama sekali tidak menjadi alasan Nindy mengajukan gugatan cerai. Pasalnya, prahara rumah tangga mereka sudah mulai terjadi sejak lama, bahkan satu tahun setelah pernikahan.

”Untuk kaitannya dengan perkara yang sedang dialami oleh suaminya memang tidak ada relevansinya ya, tidak ada kaitannya,” beber Herman. “Yang benar itu persoalannya sudah lama, dari tahun 2011 dari kesalahpahaman, terjadinya prahara rumah tangganya itu 2012.”

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts