Bupati Terpilih di NTT yang Diklaim WN AS Buka Suara, Ngotot Akui Warga Indonesia?
YouTube
Nasional
Pilkada 2020

Bupati terpilih Sabu Raijua, Orient P Riwu Kore, mendatangi audiensi di Mapolda NTT soal polemik kewarganegaraannya. Sebab Bawaslu mengungkap Orient ternyata seorang WN AS.

WowKeren - Nama Orient P Riwu Kore tengah menjadi sorotan publik usai terpilih menjadi Bupati Sabu Raijua, NTT. Pasalnya Orient kini ketahuan merupakan WN Amerika Serikat, meski status kewarganegaraannya kemudian menjadi perdebatan sendiri oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Bawaslu.

Polda NTT pun turun tangan menyelidiki masalah ini demi mengantisipasi adanya unsur pidana. Dan tentu saja Orient pun dipanggil oleh pihak kepolisian yang kemudian dipenuhi oleh yang bersangkutan pada Jumat (5/2 ) hari ini.

Usai bertemu dengan Kapolda NTT, Irjen Pol Lotharia Latif, Orient akhirnya berkenan angkat bicara soal kontroversi kewarganegaraannya. Orient menegaskan bahwa masalah ini sudah diurus beberapa pihak terkait, meski ia tak merinci siapa saja yang dimaksudnya.

"Saya minta maaf, kalau mengenai warga negara itu sudah ada yang urus prosesnya," ujar Orient di Mapolda NTT, dilansir dari Kompas. Sebelum berlalu meninggalkan Polda NTT, Orient pun kembali menegaskan soal kewarganegaraannya yang murni adalah Indonesia.


"Saya warga negara Indonesia. Saya warga negara Indonesia," tegas Orient. "Untuk siaran pers nanti sore."

Pada kesempatan yang sama, adik dari Wali Kota Kupang Jefry Riwu Kore itu menjelaskan alasan mengapa ia maju di Pilkada Sabu Raijua 2020. Rupanya hal ini berkaitan dengan amanat orangtuanya. "Saya maju Pilkada Sabu, karena sesuai amanat orang tua," jelasnya, dikutip dari Tempo.

Perihal pertemuan tersebut, Kapolda NTT Lotharia Latif menyatakan ada audiensi yang digelar bersama KPU Kabupaten Sabu Raijua dan Provinsi NTT. "Saya masih punya kewajiban untuk melakukan pengamanan terhadap calon bupati," papar Latif.

Namun Latif enggan memberi pernyataan lebih lanjut soal polemik kewarganegaraan yang membelit sang calon bupati. Saat ini, imbuh Latif, pihak-pihak terkait terus menghormati proses hukum yang masih berjalan, sedangkan Polda NTT akan terus melakukan penyelidikan.

"Kita hormati proses hukum yang masih berjalan dan kita menunggu bagaimana putusan pemerintah," katanya. "Kita masih menunggu prosss hukum terkait status kewarganegaraan beliau (Orient)."

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts