Jeff Bezos Terancam Harus Bayar Pajak Hingga Rp 79,8 Triliun Karena RUU Ini
Instagram/jeffbezos
Dunia

Sementara itu, bos Tesla, Elon Musk, diperkirakan harus membayar USD 4,6 miliar atau setara Rp 64,4 triliun untuk tahun 2020. Sedangkan Bill Gates harus membayar USD 3,6 miliar atau setara Rp 50,4 triliun.

WowKeren - Jeff Bezos serta orang-orang terkaya Amerika Serikat (AS) lain terancam diwajibkan membayar pajak sebesar dua persen atas kekayaan mereka setiap tahunnya berdasarkan RUU Pajak Ultra Millionaire yang diusulkan Senator Demokrat Elizabeth Warren dan anggota partai Demokrat lainnya. Ada juga pajak tambahan satu persen untuk kekayaan yang melebihi USD 1 miliar.

Menurut Warren, pajak tersebut hanya akan dikenakan kepada 100 ribu keluarga terkaya AS atau 0,05 persen teratas, dan akan bisa mengumpulkan sekitar USD 3 triliun dalam waktu 10 tahun. Pendapatan pajak tersebut nantinya akan digunakan untuk membantu membiayai infrastruktur pendidikan, perawatan anak, dan energi bersih.

Menurut perhitungan dari Institute for Policy Studies dan American for Tax Fairness, Jeff Bezos yang merupakan orang terkaya di dunia, akan berhutang USD 5,7 miliar atau setara Rp 79,8 triliun (kurs Rp 14 ribu per dolar AS) untuk penghasilan tahun 2020 di bawah regulasi ini. Setelah pajak, kekayaan bersih Bezos diperkirakan masih akan mencapai USD 185 miliar atau setara Rp 2.590 triliun.

Sementara itu, bos Tesla Elon Musk diperkirakan harus membayar USD 4,6 miliar atau setara Rp 64,4 triliun untuk tahun 2020. Bill Gates harus membayar USD 3,6 miliar atau setara Rp 50,4 triliun untuk tahun 2020, sedangkan Mark Zuckerberg harus membayar USD 3 miliar atau setara Rp 42 triliun.


Sementara itu, sejumlah kritikus menilai regulasi pajak untuk kalangan crazy rich ini tidak kontitusional dan akan dengan mudah dijatuhkan oleh para orang kaya. Sebagai contoh, banyak negara Eropa yang telah meninggalkan pajak kekayaan lantaran pendapatan yang terkumpul lebih sedikit dari yang diharapkan dan para jutawan maupun miliarder dapat menghindari regulasi tersebut dengan mudah.

Oleh sebab itu, regulasi pajak Ultra Millionaire akan memberikan USD 100 miliar kepada Internal Revenue Service untuk penegakan yang lebih kuat dan memerangi penghindaran pajak. Ini juga akan mencakup tingkat audit minimum 30 persen untuk rumah tangga dengan aset USD 50 juta atau lebih, serta alat teknologi baru untuk membantu IRS menilai aset yang sulit dinilai seperti seni atau real estat.

"Implementasi regulasi ini benar-benar jauh lebih mudah daripada yang terlihat," kata Warren. "Kami belajar dari beberapa kesalahan yang terjadi di Eropa. Versi pajak kekayaan ini mencakup semua properti Anda. Tidak masalah jika disimpan di saham atau di real estat atau di pacuan kuda. Semuanya tertutup, jadi tidak ada gunanya memindahkan properti. Juga dimana pun Anda memegangnya, itu terlindungi, apakah Anda memegangnya di sini di AS, apakah Anda memegangnya di Kepulauan Cayman."

Lebih lanjut, Warren mengatakan bahwa pajak lebih mendesak selama krisis pandemi virus corona (COVID-19). Pasalnya, pandemi dinilai telah mempercepat kesenjangan kekayaan di AS.

"Kami benar-benar memahami arah yang telah kami tuju. Pandemi ini telah menciptakan lebih banyak miliarder. Orang-orang di atas tidak bergantung pada kuku mereka," tutur Warren kepada CNBC.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts