Presiden Jokowi juga menyebutkan bahwa Vaksin Nusantara dan Vaksin Merah Putih harus melewati uji klinis sesuai dengan prosedur yang berlaku dan bersifat transparan.
- Bertilia Puteri
- Jumat, 12 Maret 2021 - 16:11 WIB
WowKeren - Indonesia diketahui turut mengembangkan vaksin virus corona (COVID-19) secara mandiri, yakni Vaksin Merah Putih yang dikembangkan oleh Lembaga Eijkman dan Vaksin Nusantara yang digagas mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto. Presiden Joko Widodo lantas menyampaikan pesan untuk pengembang vaksin virus corona dalam negeri tersebut.
"Saat ini vaksin yang tengah dikembangkan di Tanah Air adalah Vaksin Merah Putih dan Vaksin Nusantara yang terus harus kita dukung," tutur Jokowi dalam keterangan pers yang diunggah ke kanal YouTube Sekretariat Presiden pada Jumat (12/3). "Tapi untuk menghasilkan produk obat dan vaksin yang berkhasiat dan bermutu, mereka harus mengikuti kaidah-kaidah scientifc, kaidah-kaidah keilmuan."
Selain itu, Jokowi juga menyebutkan bahwa Vaksin Nusantara dan Vaksin Merah Putih harus melewati uji klinis sesuai dengan prosedur yang berlaku dan bersifat transparan. "Persyaratan dan tahapan ini penting dilakukan untuk membuktikan bahwa proses pembuatan vaksin sangat mengedepankan unsur kehatian-hatian dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah," lanjut Jokowi.
Setelah seluruh tahapan pengembangan dilalui, maka produksi vaksin COVID-19 dapat dipercepat untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Adapun Jokowi juga memastikan bahwa seluruh inovasi terkait virus corona, baik dalam bentuk obat-obatan maupun vaksin, akan selalu mendapat dukungan dari pemerintah.
"Tentunya kita akan selalu mendukung inovasi-inovasi yang dilakukan oleh para inovator kita, apalagi dalam situasi pandemi saat ini," pungkas Jokowi. "Tentu kita mendukung adanya penelitian dan pengembangan, baik itu obat maupun vaksin, agar terwujud kemandirian di bidang farmasi Sekaligus untuk percepatan akses ketersediaan vaksin di masa pandemi COVID-19."
Sebelumnya, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny K Lukito sempat menyebutkan bahwa proses uji klinis fase I Vaksin Nusantara ini tidak memenuhi kaidah klinis dalam proses penelitian dan pengembangan vaksin. Menurut Penny, ada perbedaan tempat lokasi penelitian dengan pihak yang mengajukan diri sebagai komite etik.
Diketahui, penelitian Vaksin Nusantara dilakukan di RSUP dr Kariadi, Semarang, Jawa Tengah. Sedangkan komite etiknya berasal dari RSPAD Gatot Soebroto Jakarta.
"Pemenuhan kaidah good clinical practice juga tidak dilaksanakan dalam penelitian ini," ungkap Penny dalam rapat bersama Komite IX DPR RI pada Rabu (10/3). "Komite etik dari RSPAD tapi pelaksanaan penelitian ada di RS dr Kariadi."
(wk/Bert)