Kemenristek Dan Kemendikbud Dilebur, DPR RI Prediksi Nasib Mendikbud Nadiem Makariem
Instagram/nadiemmakarim
Nasional
Reshuffle Menteri Jokowi

Lagi-lagi isu reshuffle kabinet Indonesia Maju yang dipimpin oleh Presiden RI Joko Widodo mencuat ke publik. Isu reshuffle ini merupakan buntut dari meleburnya Kemenristek dengan Kemendikbud.

WowKeren - Isu reshuffle kabinet Indonesia Maju pimpinan Presiden Joko Widodo semakin santer terdengar dan dibicarakan. Isu reshuffle kabinet tersebut mencuat buntut dari dari peleburan Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), serta hadirnya Kementerian Investasi.

Andreas Hugo Pareira selaku anggota Komisi X DPR menjelaskan bahwa kabinet Indonesia Maju tetap berjumlah 34 kementerian. Isu reshuffle tidak berkaitan dengan kinerja dari masing-masing menteri, apalagi Mendikbud.

"Sebenarnya reshuffle ini tidak ada kaitan dengan kinerja menteri, apalagi Mendikbud," ujar Andreas dalam keterangan tertulis, Rabu (14/4). "Justru Mendikbud akan diberi tanggung jawab tambahan yaitu mengoordinasi riset pendidikan."


Andreas menilai kinerja Nadiem Makarim selama menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan baik-baik saja, tidak ada masalah. Bahkan menurutnya, Nadiem kerap membuat terobosan-terobosan baru di dunia pendidikan. Maka dari itu, ia menilai tidak ada urgensi untuk mereshuffle Nadiem.

"Saya melihat selama ini kinerja Nadiem Makarim bagus-bagus saja, bahkan dengan Nadiem sedang mempersiapkan terobosan-terobosan dalam dunia pendidikan dengan merdeka belajar, kampus merdeka dan peningkatan status guru-guru honorer," terangnya. "Saya tidak melihat urgensi dan relevansi untuk mereshuffle Nadiem."

Sementara itu, Andreas menyebut bahwa Ristek dikoordinasi di bawah naungan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang merupakan lembaga negara sama seperti BKPM, BNPB, dan BKN. Sedangkan untuk riset pendidikan oleh perguruan tinggi akan berada di bawah koordinasi Kemendikbud. Menurutnya, bisa saja akan dibentuk satu Dirjen khusus yang mengurusi riset pendidikan.

Sebelumnya, Ali Mochtar Ngabalin atau yang akrab dipanggil Ngabalin selaku Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden menyebut bahwa Presiden Jokowi akan melakukan reshuffle kabinet. Lebih spesifik, ia menyebutkan bahwa reshuffle akan dilakukan dalam minggu ini. "InsyaAllah, kalau tidak ada aral melintang pekan-pekan ini," ujar Ngabalin kepada CNN Indonesia, Selasa (13/4).

(wk/wahy)

You can share this post!

Related Posts