KSP Ngabalin Beri 'Kode', Nadiem Makarim dan Kepala BKPM Aman dari Reshuffle Jokowi?
Instagram/ngabalin
Nasional
Reshuffle Menteri Jokowi

Setidaknya, terdapat 2 menteri yang akan dilantik Jokowi dalam reshuffle yang belakangan ramai dibahas, yakni Kemendikbud-ristek dan Kementerian Investasi.

WowKeren - Presiden Joko Widodo disebut-sebut akan melakukan reshuffle Kabinet Indonesia Maju dalam waktu dekat. Isu ini bermula dari pemerintah dan DPR RI yang sepakat melebur Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan Kementerian Riset dan Teknologi, serta membentuk Kementerian Investasi.

Banyak yang kemudian mempertanyakan bagaimana nasib para pejabat terkait saat ini ke depannya, seperti Mendikbud Nadiem Makarim, Menristek Bambang Brodjonegoro, dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Bahlil Lahadalia. Menanggapi hal tersebut, Tenaga Ahli Utama Kedeputian Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Ali Mochtar Ngabalin pun memberi sedikit bocoran.

Menurut Ngabalin, kemungkinan sang RI 1 akan tetap menempatkan pejabat lama dalam dua jabatan baru yang disiapkan, yakni Mendikbud-ristek dan Menteri Investasi. Lantas apakah ini berarti Nadiem dan Bahlil aman dari "tendangan" Jokowi di Kabinet Indonesia Maju?

"Sebetulnya menteri-menteri milenial ini kan, Presiden sudah tahu mereka memiliki prestasi. Termasuk Pak Bahli, Menteri Mas Nadiem, ini orang-orang berprestasi yang sudah diketahui Presiden. Jadi enggak usah ragu," kata Ngabalin, dilansir dari Tribun News, Kamis (15/4).


Namun Ngabalin tak menjawab gamblang apakah ini berarti Nadiem dan Bahlil tetap aman di posisinya namun dengan amanah yang dimodifikasi. Yang pasti, Bambang Brodjonegoro sudah blak-blakan mengaku sebagai "Menristek terakhir" dan sempat menyampaikan permintaan maaf kepada para pegawai Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Ngabalin pun enggan berkomentar soal adakah potensi pos kementerian lain ikut dirombak di reshuffle kedua di periode pemerintahan 2019-2024. Ngabalin hanya menekankan bahwa reshuffle adalah hak prerogatif sang kepala negara.

"Bahwa nanti kemungkinan, kalau nanti ada lagi menteri yang baru digeser atau diganti, itu bukan urusan kita," tegas Ngabalin. "Itu urusan bapak Presiden. Karena beliau yang punya hak prerogatif."

Lantas kapan menteri-menteri baru ini akan diperkenalkan dan dilantik? Ngabalin tidak memberikan jawaban pasti, hanya kembali menegaskan bahwa Jokowi bukan tipe orang yang suka membiarkan pekerjaan berlarut-larut.

"Kalau tidak pekan ini pekan besok, yang pasti tidak lama. Kalau pak Jokowi itu tidak lama lama, beliau itu kan orang tidak bisa membiarkan suatu urusan berlama-lama," pungkas Ngabalin.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts