Nilai Ahok Lebih Cocok Jabat Mendikbud, Eks Waketum Gerindra: Belum Kelasnya Jadi Menteri Investasi
Instagram/basukibtp
Nasional
Reshuffle Menteri Jokowi

Presiden Jokowi belum juga memberikan keterangan resmi terkait dengan isu reshuffle kabinet. Hal itu semakin membuat sejumlah pihak berasumsi serta menerka-nerka orang yang akan menduduki posisi Menteri Investasi.

WowKeren - Isu reshuffle kabinet semakin santer diperbincangkan publik, namun hingga saat ini Presiden Joko Widodo belum juga memberikan pernyataan resmi terkait dengan hal tersebut. Sebelumnya, nama mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau yang akrab dipanggil Ahok disebut akan menduduki jabatan Menteri Investasi.

Hal tersebut mendapat tanggapan dari mantan wakil ketua umum Gerindra Arief Poyuono. Menurutnya, Ahok lebih pas menjadi Mendikbud karena pernah melakukan perubahan terkait pendidikan saat masih menjabat Gubernur DKI Jakarta. Ia menganggap bahwa belum kelasnya Ahok untuk menjadi Menteri Investasi.

"Terkait Ahok untuk jadi Menteri Investasi juga belum kelasnya untuk jadi Menteri Investasi, mungkin jadi Mendikbud jauh lebih pas," jelas Arief. "Ahok pasti bisa memperbaiki dunia pendidikan kita yang sangat tertinggal jauh, apapun dia pernah jadi gubernur dan banyak melakukan perubahan terkait pendidikan di DKI Jakarta."


Arief menuturkan bahwa Menteri Investasi harus berasal dari kalangan pengusaha yang sukses menjalankan investasi. Selain itu, ia juga beranggapan bahwa untuk menjadi Menteri Investasi haru memiliki jaringan luas di pasar keuangan.

"Menteri Investasi itu harusnya pengusaha yang memang benar-benar sukses menjalankan investasi," tutur Arief melalui keterangan tertulis. "Dan punya jaringan luas di pasar keuangan dan sumber-sumber pendanaan internasional yang luas serta sumber-sumber investor dunia."

Arief menilai bahwa calon Menteri Investasi harus memiliki kredibilitas di kalangan investor lokal dan dunia agar investasi di Indonesia bisa mengalami peningkatan. "Kalau cuma punya track record yang di bawah standar, cuma pengusaha lokal dan mimpin HIPMI kayak sekarang, dan cuma lucu dan ngehibur atau ngelawak depan Jokowi ya wasalam aja dah," imbuhnya."

Arief menambahkan seorang Menteri Investasi harus bisa meyakinkan para investor yang akan menanam modalnya di Indonesia. Ia beranggapan jika Menteri Investasi tidak kredibilitas di bidangnya, maka Undang-Undang Omnibus Law atau Cipta Kerja akan sia-sia dan malah menjadi "Tetuko" (seng teko ra tuku-tuku, sing tuku ra teko-teko).

(wk/wahy)

You can share this post!

Related Posts