CDC AS Sebut Anak-Anak Tetap Perlu Pakai Masker Untuk Hindari COVID-19, Pakar Tak Setuju
Unsplash/Kelly Sikkema
Health
Pandemi Virus Corona

Direktur Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Amerika Serikat (CDC), Rochelle Walensky, menyebut anak-anak dapat menjadi vektor penularan bagi orang yang lebih tua.

WowKeren - Direktur Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Amerika Serikat (CDC), Rochelle Walensky, menyatakan bahwa anak-anak sebaiknya terus menggunakan masker. Menurutnya, studi menunjukkan bahwa anak-anak usia sekolah dasar dapat terinfeksi dan menyebarkan virus corona (COVID-19).

"Masih ada transmisi yang berhubungan dengan anak-anak. Mereka menjadi vektor penularan untuk orang-orang yang lebih tua," terang Walensky pada Rabu (26/5). Sebagai informasi, vektor adalah orang yang menyebarkan virus namun dirinya sendiri tidak menunjukkan gejala atau sakit.

Di sisi lain, sejumlah ilmuwan dan pakar tak setuju dengan pernyataan Walensky. Salah satunya adalah spesialis penyakit menular di University of California, San Francisco, Dr. Monica Gandhi.

"Apa yang Rochelle Walensky katakan pagi ini tidak benar," tutur Gandhi kepada Yahoo News. "Anak-anak bukan vektor."


Gandhi diketahui ikut menulis artikel di Washington Post yang menggambarkan risiko seorang anak tertular virus corona dari orang lain yang terinfeksi adalah sebesar 0,00007 persen. Menurut temuan Gandhi dan rekan penulisnya, risiko penularan virus ke anak-anak seribu kali lebih kecil dari itu di luar ruang alias tidak ada risiko sama sekali.

"Kita telah mengorbankan anak-anak di atas altar ketakutan kita," kata Gandhi. Selain itu, Gandhi juga menilai bahwa ketahanan anak-anak dalam menghadapi sekolah online dan perubahan lain terkait pandemi telah dibesar-besarkan.

Panduan CDC tentang penularan di sekolah sendiri memuat sejumlah penelitian yang menunjukkan sebagian besar anak tidak terinfeksi virus corona. Salah satunya adalah studi yang dilakukan pada April 2020 yang menemukan dari 149.082 kasus virus corona di AS yang tersedia informasi usia, hanya 1,7 persennya adalah anak-anak.

"Dokumen ini jelas tidak mendukung pernyataan Dr. Walensky yang dia buat di Kongres," tutur ahli epidemiologi Stanford, Dr. Jay Bhattacharya. "Saya tetap bingung dengan pernyataannya (Walensky)."

Bhattacharya sendiri menulis artikel di Wall Street Journal yang mengutip rekomendasi WHO untuk melarang masker bagi anak-anak usia 5 tahun ke bawah dan hanya memberikan masker bagi anak-anak berusia 6 hingga 11 tahun. Bhattacharya juga menuliskan bahwa "banyak bukti yang menunjukkan bahwa penggunaan masker dapat membahayakan kemajuan perkembangan anak-anak".

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts