Malaysia Tutup Seluruh Pusat Perbelanjaan Selama Lockdown, Hanya Izinkan 17 Sektor Penting
pixabay.com/Ilustrasi
Dunia
Pandemi Virus Corona

Malaysia mengalami kenaikan kasus COVID-19 secara signifikan, maka dari itu pihaknya memutuskan untuk melakukan lockdown. Dalam penerapannya nanti, Malaysia hanya mengizinkan 17 sektor pelayanan penting.

WowKeren - Pada Jumat (28/5), Perdana Menteri Malaysia telah mengumumkan akan memberlakukan lockdown di negaranya. Hal ini dikarenakan kasus COVID-19 di Malaysia mengalami kenaikan yang drastis.

Penerapan lockdown atau penguncian wilayah itu akan dimulai pada 1 Juni 2021. Pada Minggu (30/5), pemerintah Malaysia mengatakan bahwa selama pemberlakuan penguncian wilayah, semua mal atau pusat perbelanjaan harus ditutup. Hanya 17 sektor layanan penting yang diizinkan untuk tetap beroperasi selama dua minggu penguncian wilayah itu.

Adapun sektor-sektor yang diizinkan tetap beroperasi adalah perawatan kesehatan, telekomunikasi dan media, makanan dan minuman, utilitas, serta perbankan. Selain itu, pemerintah Malaysia juga akan memberi izin kepada sektor manufaktur untuk tetap beroperasi. Seperti manufaktur makanan dan minuman, alat kesehatan, tekstil untuk memproduksi alat pelindung diri, serta minyak dan gas.

Kendati demikian, tetap ada pembatasan saat operasi berjalan yakni hanya diperbolehkan maksimal 60 persen kapasitas. Menteri Senior Ismail Sabri Yaakob berharap sektor manufaktur bisa mengikuti dan menaati peraturan pemerintah.


"Kami berharap sektor manufaktur akan mengikuti perintah pemerintah, karena kami telah memberikan syarat bahwa hanya 60 persen yang bisa bekerja," terang Ismail dalam keterangan pers. "Tapi saya telah membaca unggahan media sosial dan menemukan majikan yang memaksa karyawan mereka melebihi kapasitas 60 persen."

Lebih lanjut, Ismail menuturkan bahwa karyawan bisa melaporkan pelanggaran yang dilakukan perusahaan kepada Kementerian Sumber Daya Manusia dan Polisi. Hal ini dilakukan agar menciptakan rasa aman dan nyaman bagi para karyawan.

Meski pusat perbelanjaan diharuskan tutup, supermarket dan tempat yang menjual makanan, minuman dan kebutuhan dasar tetap diperbolehkan untuk buka. Kendati demikian, hanya diperbolehkan maksimal dua orang yang keluar dari rumah untuk membeli perlengkapan dan kebutuhan dasar, layanan medis, dengan jarak tidak lebih dari 10 km.

Di sisi lain, Kementerian Perdagangan dan Industri Internasional Malaysia mengatakan bahwa manufaktur dan sektor jasa terkait yang diizinkan beroperasi ini bertujuan untuk meminimalisir gangguan pada rantai pasokan suku cadang penting, komponen, dan produk jadi. Selain itu, hal ini juga mendukung kelanjutan operasi infrastruktur kritis dan garis depan COVID-19.

(wk/wahy)

You can share this post!

Related Posts