Pasien COVID-19 Di RSLI Surabaya Terus Alami Lonjakan Selama Seminggu
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Lonjakan COVID-19 di Bangkalan, Madura, turut menyumbang angka kenaikan kasus di Jawa Timur. Hal ini juga dialami oleh RSLI yang mengalami kenaikan jumlah pasien COVID-19.

WowKeren - Kasus COVID-19 di Indonesia hingga saat ini masih cukup tinggi. Apalagi belakangan ini ditambah dengan adanya lonjakan kasus di sejumlah daerah seperti Bangkalan, Madura, Jawa Timur.

Pada Kamis (10/6) kemarin, Satgas COVID-19 Kota Surabaya mencatat ada temuan klaster Pondok Pesantren (Ponpes). Pada klaster Ponpes itu ditemukan ada sekitar 14 santri yang dinyatakan positif COVID-19.

Para santri tersebut dirawat di Rumah Sakit Lapangan Indrapura (RSLI). Sementara itu, RSLI mengalami kenaikan jumlah pasien COVID-19 selama sepekan terakhir. Dalam sepekan, total ada 274 pasien positif COVID-19.

Penanggung jawab RSLI Laksamana Pertama TNI dr I Dewa Gede Nalendra Djaya Iswara mengatakan bahwa memang terjadi lonjakan pasien COVID-19 di rumah sakit tersebut. Khususnya usai kepulangan PMI/TKI dan penyekatan Suramadu. Meski demikian, angkanya cukup aman dan masih bisa ditangani.


"Kapasitas bed kita hari ini 400-410 bed isolasi. Pasien 274, masih cukup," tutur Nalendra saat dihubungi detik.com, Jumat (11/6). "Saya kira masih aman, kita juga tidak tahu apakah ada penambahan lagi dari Bangkalan. Siang ini, belum ada lagi yang inden (mau masuk RSLI)."

Nalendra mengungkapkan bahwa pasien COVID-19 yang dirawat di RSLI saat ini kebanyakan berasal dari penyekatan Suramadu dan kepulangan PMI/TKI. Adapun pasien dari penyekatan Suramadu ada sekitar 110 orang. Sedangkan PMI/TKI sebanyak 88 orang, lalu pasien umum 76 orang.

Nalendra menyampaikan bahwa pada 5 Juni lalu jumlah pasien COVID-19 di RSLI masih 105 pasien. Namun 6 hari kemudian jumlah pasiennya sudah menjadi 274 orang.

Dalam mengantisipasi adanya lonjakan jumlah pasien COVID-19, Nalendra nantinya akan mengubah ruang akupuntur di sekitar RSLI menjadi tempat isolasi. "Harapan kami, bisa tambah sekitar 75 bed lagi, namun kita juga masih menunggu bagaimana kondisi di Bangkalan terbaru," tandas Nalendra.

Nalendra meyakini bahwa selama masih bersama stakeholder, pihaknya akan bisa menekan angka penyebaran COVID-19. Berdasarkan data per Jumat (11/6), kasus aktif COVID-19 di Jawa Timur, sebanyak 2.449 kasus.

(wk/tiar)

You can share this post!

Related Posts