Bali Disebut Akan Capai Herd Immunity Sebentar Lagi, Pariwisata Untuk Turis Asing Siap Dibuka?
Unsplash/Sebastian Pena Lambarri
Nasional
Vaksin COVID-19

Lebih dari 1,5 juta orang di Bali tercatat telah menerima setidaknya vaksinasi COVID-19 dosis pertama, dan lebih dari 676 ribu orang telah mendapat vaksinasi secara lengkap.

WowKeren - Program vaksinasi virus corona (COVID-19) tengah digalakkan di Indonesia demi mencapai kekebalan berkelompok alias herd immunity dan mengalahkan pandemi. Kekinian, salah satu provinsi di Tanah Air diklaim akan mencapai herd immunity dalam waktu dekat.

Provinsi yang dimaksud adalah Bali. Pulau Dewata itu disebut akan mencapai herd immunity sebentar lagi berdasarkan tingkat kepesertaan vaksinasinya.

"Kita punya target minimal 3 juta orang Bali divaksin untuk mencapai target kekebalan kelompok 70 persen dari populasi," papar Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satgas Penanganan COVID-19, Sonny Harmadi, di Jakarta, Jumat (11/6).

Menurut Sonny, Bali merupakan salah satu provinsi dengan tingkat vaksinasi tertinggi di Tanah Air. Berdasarkan catatannya, lebih dari 1,5 juta orang di Bali telah menerima vaksinasi COVID-19 dosis pertama, dan lebih dari 676 ribu orang telah mendapat vaksinasi secara lengkap.

"Kalau kita lihat gabungan dari keduanya kan sudah lebih dari 2,2 juta orang divaksin," jelas Sonny. "Sebentar lagi bisa mencapai kekebelana kelompok mendukung Bali untuk bangkit."


Selain tingginya tingkat vaksinasi, tren kepatuhan protokol kesehatan seperti memakai masker dan menjaga jarak juga disebut sangat baik. Menurut Sonny, kepatuhan memakai masker dan menjaga jarak di seluruh kabupaten di Bali telah berada di atas 93 persen.

Hanya saja, tingkat kepatuhan menjaga jarak dan memakai masker di Kabupaten Klungkung dan Kabupaten Gianyar disebut masih berada di bawah angka rata-rata. "Namun kami sangat mengapresiasi kepatuhan terhadap protokol kesehatan yang kami amati setiap hari di dashboard monitoring perubahan perilaku untuk Bali sangat baik," pungkasnya.

Di sisi lain, lima desa pegunungan di Bali dilaporkan belum menjumpai satu pun kasus positif COVID-19. Antara lain Desa Sanda dan Mundeh di Kabupaten Tabanan. Kemudian ada Desa Banua, Binyan, dan Mengani di Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli.

Informasi ini dibenarkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Tabanan, Nyoman Suratmika. Menurut Suratmika, salah satu faktor penyebab warga di lima desa itu bebas COVID-19 adalah lokasinya yang di pegunungan.

Sementara itu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Uno menyebut bahwa persiapan pembukaan pariwisata Bali untuk wisatawan asing telah memasuki tahap akhir. "Kita terus siapkan, sekarang kita mencapai angka 85-90 persen dan tentunya ini akan bergerak terus. Bisa turun bisa naik tergantung dari pada keseriusan kita untuk menghadirkan prakondisi-prakondisi," ujar Sandiaga di Bali, Jumat.

Rencananya, pariwisata Bali terutama yang berada di lokasi zona hijau percontohan SUN (Sanur, Ubud, dan Nusa Dua) akan kembali dibuka untuk wisatawan asing pertengahan tahun 2021 ini. Sandiaga serta sejumlah stakeholder darn pelaku pariwisata pun merasa optimis pembukaan untuk wisatawan asing tersebut dapat dilaksanakan sesuai rencana.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts