Unggahan seleb menerima endorse Covid-19 yang disoroti Jerinx telah dihapus oleh pihak Instagram lantaran dianggap melanggar. Lantas, apa kata suami Nora Alexandra?
- Diah Candra Trisanti
- Rabu, 23 Juni 2021 - 22:47 WIB
WowKeren - Jerinx SID diketahui cukup kritis atas permasalahan Covid-19 yang terjadi saat ini. Segala opini kritis Jerinx tak jarang dituangkan lewat akun Instagram miliknya. Namun baru-baru ini Jerinx mengaku jika salah satu unggahannya telah dihapus oleh pihak Instagram lantaran dianggap telah melanggar.
Menanggapi hal ini, Jerinx pun meradang. Ia kembali menuliskan opininya terkait banyaknya seleb yang diduga menerima "endorse" dinyatakan terkena Covid-19.
"UNGGAHAN SAYA TTG S3L3B TERIMA ENDORSE CVD DIHAPUS IG 🤡 Banyak yg berpikir 'centang biru' gak mungkin mau terima endorsment cvd karena siapa sih yg mau dicap sakit? Pemikiran polos yg masuk akal," tulis Jerinx mengawali opininya. Ia pun menautkan dua portal berita yang membahas tentang dana pemerintah membayar para influencer. "Tapi gini lho, menurut saya, secara industri hiburan Indonesia masih kolaps, demi menjaga life style agar tetep relevan dan 'metropolitan' — banyak kok (TIDAK semua) yg mau nerima job apa aja."
"TERLEBIH jika mereka dibreinwoz bahwa mempromosikan cupid adalah tindakan yg MEMBANTU mempercepat memulihkan kondisi bangsa; membuat rakyat makin takut sama cupid; makin taat prokes; dan akhirnya RELA difukksin," lanjut Jerinx. "Meski status semua fukksin saat ini masih EUA, belum ada yg dapat approval penuh dari FD4, dan tak ada satupun pabrik fukksin yg boleh dituntut jika ada kasus kematian/cacat setelah difukk."
Suami Nora Alexandra ini menyinggung kalau Indonesia baru mendapat "bekal". Jerinx juga menyoroti banyaknya orang yang mengirim pesan pribadi kepadanya.
"Jangan lupa juga Indonesia baru saja kembali 'diberi' bekal lagi sebanyak belasan triliun oleh World Beng (yg mencetak uang dari udar4). Kurang dari 1% aja dari dana tersebut bisa kok bayar ribuan centang biru," beber Jerinx. "Secara medis, korban sebenarnya dari skema jahat ini adalah mereka yg beneran punya komorbid parah. Banyak kasus yg sudah terjadi, ada ribuan orang mengadu ke saya via DM, sakit aslinya A, ditangani dgn protokol cupid, penyakit aslinya diabaikan, dan berakhir tragis dgn label cupid."
Jerinx pun berandai-andai jika biokimiawan asal Amerika Serikat, Karry Mullis, masih hidup. Ia juga berandai agar mantan Menkes Siti Fadilah Supari tidak masih dipenjara saat pandemi dimulai.
"Andai saja Kary Mullis masih hidup dan ibu @siti_fadilah_supari tidak masih dipenjara saat plandemi dimulai, bayangkan berapa juta nyawa yg bisa selamat dari skema iblis ini 🙏🏻," ungkap Jerinx. "Cek di @zatanic ada video Kary Mullis MEMPERINGATKAN dunia akan kelicikan dr Fauci. Baru2 ini email Fauci dibocorkan atas desakan lembaga pers AS. Kary Mullis sang peraih Nobel penemu PCR berkali-kali NYATAKAN jika PCR TAK BISA dijadikan alat diagnostik virus menular."
"Mullis meninggal sebulan sebelum Gates adakan SIMULASI pandemi bernama EVENT210. Kebetulan? ENTAHLAH," tambah Jerinx. "Tahu apa kicauan Twitter resmi Gates di bulan Desember 2019? Ngeri. Dalami #FauciEmails."
Unggahan Jerinx seketika banjir komentar. Banyak netizen yang pro dan kontra dengan opini kritis Jerinx.
(wk/diah)