Geger Menkes Inggris Mundur Usai Akui Skandal dengan Staf, Sikap PM Boris Johnson Disorot
Flickr/number10gov
Dunia

Tidak spesifik pada skandalnya, Matt Hancock mengundurkan diri karena dianggap melanggar protokol kesehatan COVID-19. Sikap PM Boris Johnson pun banyak dikritik karenanya.

WowKeren - Sepak terjang mantan Menteri Kesehatan Inggris, Matt Hancock, selama pandemi COVID-19 memang beberapa kali menuai pro dan kontra. Bahkan banyak yang mendesak Perdana Menteri Boris Johnson agar mencopot Hancock dari kabinet karena dianggap tidak mampu bekerja dengan baik.

Tak disangka, Hancock per akhir pekan lalu pun akhirnya memutuskan untuk mundur dari kabinet. Hancock mundur setelah mengakui sudah melanggar protokol kesehatan COVID-19 menyusul beredarnya video skandal ciumannya dengan salah seorang stafnya, Gina Coladangelo, seperti diunggah oleh media The Sun.

Dalam pernyataannya, Hancock meminta maaf karena urusan privasinya malah menjadi distraksi di tengah upaya Inggris mempercepat vaksinasi COVID-19. Namun Hancock tak menepis pelanggaran prokes yang dilakukannya sehingga dengan legawa ia mengundurkan diri.

"Kami sudah bekerja keras demi melawan pandemi," tutur Hancock pada Sabtu (26/6). "Hal terakhir yang saya tidak perkirakan adalah urusan kehidupan pribadi saya mengalihkan perhatian dari fokus utama kita mengatasi krisis (akibat COVID-19)."


Namun yang kemudian menjadi sorotan publik, bahkan ikut menuai kecaman, adalah sikap kabinet Johnson. Banyak yang menyayangkan Johnson yang kelewat pasif, bahkan cenderung mengabaikan skandal yang dibuat Hancock, hingga akhirnya sang mantan Menkes sendiri yang memutuskan mundur.

"Perdana Menteri harusnya 'menendangnya'. Tetapi lagi-lagi Boris Johnson terlalu lamban, terlalu lemah, dan tidak menunjukkan kepemimpinan yang seharusnya," tegas Pemimpin Partai Buruh, Keir Starmer, dikutip dari Today Online, Senin (28/6).

Pasalnya Johnson, dalam pernyataan resminya pasca pengunduran diri Hancock, malah fokus memuji kinerja sang mantan rekan kabinet. "Anda harus bangga terhadap pelayanan Anda. Saya sangat bersyukur atas dukungan dan percaya kontribusimu terhadap masyarakat umum masih jauh dari selesai," papar Johnson.

Kini Kemenkes Inggris juga dikabarkan akan menginvestigasi penyebab video skandal tersebut bisa diakses publik. "Satu hal yang pasti, Kemenkes pasti akan mencari tahu bagaimana rekaman itu bisa 'keluar dari sistem'," tutur Menteri Irlandia Utara, Brandon Lewis, kepada Sky News.

Namun Menkes Inggris yang baru, Sajid Javid, menegaskan pihaknya hanya memprioritaskan penyelesaian pandemi COVID-19. "Kita masih di tengah pandemi, dan saya ingin melihat pandemi ini segera berakhir dan itu akan menjadi prioritas utama," pungkas Javid yang merupakan mantan Menteri Keuangan Inggris.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts