Ampuh Mana Lawan Corona Delta, Vaksin Sinovac dkk Atau Moderna? Begini Hasil Risetnya
Twitter/KemenkesRI
Health
Vaksin COVID-19

Hasil uji laboratorium vaksin Moderna menunjukkan perkembangan menjanjikan melawan COVID-19 varian Delta. Lantas bagaimana dengan vaksin Sinovac Tiongkok atau produk negara lain?

WowKeren - Lonjakan kasus COVID-19 di Indonesia kini ikut menjadi sorotan dunia. Apalagi karena banyaknya tenaga kesehatan yang kembali terinfeksi COVID-19 meski telah menerima dua dosis penuh vaksin yang menggunakan produk Sinovac.

Lonjakan yang terjadi di Indonesia dan global saat ini sedikit-banyak imbas varian Delta yang memang lebih cepat menular. Lantas apakah krisis yang terjadi kini adalah bukti bahwa vaksin COVID-19 yang dikembangkan Tiongkok kurang ampuh?

Dr Zhong Nanshan, seorang Ahli Wabah yang membantu perumusan regulasi pengentasan COVID-19 Tiongkok, menjelaskan bahwa vaksin Tiongkok memberikan perlindungan terhadap varian Corona Delta. Utamanya adalah melindungi agar individu terinfeksi tidak mengalami keparahan gejala akibat infeksi virus Corona varian Delta.

"Hasil ini berdasarkan analisis di Kota Guangzhou," demikian pernyataan Zhong kepada Reuters, dikutip pada Rabu (30/6). Namun ia juga menegaskan bahwa sampel data yang ada masih kecil.

Sementara Juru Bicara Sinovac, Lio Peicheng, kepada Reuters menjelaskan bahwa mereka yang sudah divaksinasi menghasilkan antibodi yang 3 kali lebih menetralisir virus Corona varian Delta. Karena itulah Liu menyarankan penyuntikan dosis ketiga alias booster untuk menambah antibodi, meski Liu juga tidak menjelaskan detail riset ilmiah terkait.


Sedangkan hasil uji laboratorium vaksin Moderna menunjukkan bahwa produk tersebut menunjukkan perkembangan menjanjikan melawan varian Delta. Malah vaksin Moderna diklaim lebih efektif menghasilkan antibodi yang menetralisir varian Delta ketimbang varian Beta dari Afrika Selatan misalnya.

Hasil uji laboratorium juga menunjukkan perkembangan cukup menjanjikan vaksin Moderna terhadap varian Kappa. "Data baru ini menambah keyakinan kita bahwa vaksin COVID-19 Moderna masih mampu melindungi (penerimanya) melawan varian yang baru terdeteksi," tegas Chief Executive Moderna, St├ęphane Bancel.

Data ini sendiri didapat dari serum darah 8 partisipan yang diambil sepekan setelah mereka menerima suntikan dosis kedua vaksin mRNA-1273. Lantas bagaimana dengan efektivitas vaksin lain terhadap varian Delta?

Badan Kesehatan Umum Inggris (PHE) mengumumkan bahwa vaksin Pfizer-BioNTech 88 persen efektif melawan gejala klinis infeksi Corona varian Delta dua pekan setelah penyuntikan dosis kedua. Angka ini tergolong lebih rendah daripada efektivitas sampai 93 persen vaksin Pfizer-BioNTech terhadap gejala infeksi COVID-19 varian Alpha.

Sementara vaksinasi dua dosis vaksin AstraZeneca diklaim 60 persen efektif melawan gejala COVID-19 varian Delta, sedangkan 66 persen efektif terhadap varian Alpha. Sedangkan belum ada data yang menunjukkan efektivitas penyuntikan vaksin Johnson & Johnson yang diklaim bisa melindungi hanya dengan dosis tunggal.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts