Anies Baswedan Buka Opsi COVID-19 Jadi Endemi di DKI, Apa Bedanya dengan Pandemi?
Facebook/DKIJakarta
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Anies Baswedan membuka opsi pandemi COVID-19 akan berubah status menjadi penyakti endemik di DKI Jakarta. Lantas sebenarnya apa perbedaan kedua istilah tersebut?

WowKeren - Indonesia tengah berhadapan dengan lonjakan besar kasus positif COVID-19 setiap harinya. Karena itulah dilakukan pembatasan kegiatan ketat di seluruh provinsi Jawa dan Bali, serta 15 daerah lain di luar kedua pulau tersebut.

Salah satu yang sangat terdampak oleh lonjakan kasus ini adalah DKI Jakarta. Dan kini Gubernur Anies Baswedan malah membuka peluang pandemi COVID-19 bisa saja berubah menjadi endemi di Ibu Kota.

"Hasil temuan-temuan yang dibuat punya konsekuensi pada kita, yang akan kita siapkan antisipasinya," ujar Anies kala menghadiri konferensi pers Desiminasi Hasil Survei Serologi COVID-19, Sabtu (10/7). "Misalnya potensi bahwa pandemi COVID di Jakarta mungkin bisa berubah jadi endemi."

Sebelumnya potensi wabah COVID-19 berubah menjadi endemi juga pernah disampaikan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Namun sejatinya, apa perbedaan dari kedua istilah tersebut?


Satu hal yang pasti, menurut Direktur Kedaruratan Kesehatan WHO Dr Michael Ryan, bila penyakit menjadi sebuah endemi maka bisa jadi virus penyebabnya tidak pernah pergi dari kehidupan manusia. "Virus ini mungkin menjadi endemik di komunitas kita dan virus ini tidak akan pernah pergi," tutur Ryan beberapa waktu lalu.

Bila merujuk pada penjelasan Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (CDC) Amerika Serikat, endemi adalah istilah dalam epidemiologi yang menunjukkan kehadiran dan prevalensi yang konstan dari suatu penyakit menular pada daerah tertentu. Atau dengan kata lain, penyakit ini ditemukan secara konstan di wilayah-wilayah tertentu.

Sementara pandemi adalah epidemi yang tersebar di beberapa daerah sekaligus dan menginfeksi banyak orang. Epidemi merupakan situasi ketika penyakit menular secara mendadak menyebar di suatu wilayah.

Maka bila COVID-19 menjadi endemi di DKI Jakarta, Anies memastikan penanganannya nanti akan berbeda. "Bila itu terjadi maka strategi penanganannya pun akan beda dengan ini saat ini status masih pandemi. Dan kita berharap rumusan kebijakan akan kita bisa susun berdasar temuan-temuan di survei ini," pungkas Anies.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts