4 Hal Ini Penting Dimiliki Pasien COVID-19 yang Jalani Isolasi Mandiri, Apa Saja?
Pixabay/Tumisu
Health
COVID-19 di Indonesia

Demi mencegah terjadinya perburukan kondisi, pasien positif COVID-19 yang menjalani isolasi mandiri sebaiknya memiliki 4 hal yang disampaikan IDI Jember berikut ini.

WowKeren - Lonjakan kasus COVID-19 Indonesia membuat layanan kesehatan ikut kolaps sehingga banyak pasien positif yang tidak bisa dirawat dengan baik. Alhasil pasien pun kini dipilah dan sebagian diimbau untuk menjalani isolasi mandiri, yang ternyata belakangan juga menjadi sorotan karena banyak yang mengalami perburukan kondisi dengan cepat.

Kondisi ini pun turut ditanggapi oleh Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Jember, dr Alfi Yudisianto. Ia tak menampik tingginya persentase kasus semacam itu, sehingga untuk pelaku isolasi mandiri wajib memiliki empat hal yang demi mencegah terjadinya kondisi yang tidak diinginkan.

"Kejujuran kondisi pasien, ada pengawasan (komunikasi) dokter, juga memiliki oxymeter," terang Alfi, Selasa (20/7). Karena bersifat isolasi mandiri, maka sangat penting bagi setiap pasien untuk jujur terhadap kondisi diri sendiri agar bisa dibedakan masuk kategori ringan, sedang, atau berat.

Beberapa gejala yang masuk kategori pasien COVID-19 bergejala ringan seperti batuk, demam, serta anosmia. "Namun jika sudah ada sesak, itu masuk kategori sedang, dan seharusnya membutuhkan fasilitas kesehatan," kata Alfi, dikutip dari Surya.co.id, Kamis (22/7).


Kejujuran ini juga harus disampaikan dengan gamblang, baik kepada dokter yang melakukan konsultasi jarak jauh, maupun tetangga yang mungkin memberi bantuan dan semacamnya. Lalu pasien isolasi mandiri juga sangat disarankan mendapatkan pendampingan dari dokter, setidaknya sudah melapor ke RT setempat agar disampaikan ke tenaga kesehatan wilayah seperti Puskesmas.

"Kemudian punya oxymeter, usahakan punya alat ini. Karena ini bisa mendeteksi awal saturasi oksigen," ujar Alfi. "Khawatir terjadi kasus happy hypoxia."

"Orang yang terserang ini tidak ada merasa sesak napas, namun ketika dicek oksigen dalam darahnya sudah di bawah kadar normal," sambung Alfi, menjelaskan bahwa saturasi oksigen normal adalah minimal 95 persen. "Baru terasa ketika berjalan atau beraktivitas ngos-ngosan (terengah)."

Sedangkan poin keempat yang sebaiknya dimiliki pasien isolasi mandiri COVID-19 adalah hasil tes usap serta rontgen thorax. "Lebih bagus melakukan foto thorax juga, sehingga lebih paham apa yang sebaiknya dilakukan," tegasnya.

Perihal pentingnya rontgen thorax ini sudah disampaikan Ketua Satuan Tugas Penanganan COVID-19 IDI, Zubairi Djoerban. Pasalnya banyak pasien isolasi mandiri yang ternyata mengembangkan gejala pneumonia yang baru bisa terlihat lewat rontgen thorax.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts