Mensos Risma Kembali Marahi Pegawainya Soal Penyaluran Bansos Yang Tak Sesuai
kemensos.go.id
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Selama penerapan PPKM, pemerintah menyalurkan bantuan sosial atau bansos kepada masyarakat yang terkena dampak langsung pandemi COVID-19. Adapun bantuan itu disalurkan melalui Kemensos.

WowKeren - Pemerintah saat ini tengah menerapkan kebijakan pembatasan aktivitas masyarakat. Hal ini dilakukan sebagai upaya dalam mengendalikan penyebaran COVID-19. Selama kebijakan ini diterapkan, pemerintah juga menyalurkan bantuan sosial (bansos) kepada masyarakat yang terdampak langsung.

Pada Sabtu (24/7) hari ini, Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini blusukan ke penerima program sembako atau BPNT di Kelurahan Sendangharjo, Kecamatan Tuban Kota. Akan tetapi, pada saat blusukan itu, Risma mengaku kaget mendengar pengakuan warga yang hanya menerima bansos selama dua bulan yakni Juli dan Agustus saja.

Padahal, Kementerian Sosial (Kemensos) telah mengucurkan dana program sembako untuk tiga bulan yakni Juli hingga September, dan tiap bulannya menerima Rp200 ribu. Lantas, ia pun mempertanyakan hal tersebut kepada Kepala Dinas Sosial Tuban Eko Julianto.

"Kenapa kemudian ditahan dan hanya diberikan dua bulan," tutur Risma kepada wartawan di lokasi, Sabtu (24/7). "Ini lembaga hukum sudah mendengar apa yang terjadi di lapangan."


Dengan wajah kecewa dan marah, Risma mempertanyakan kepada Eko terkait dengan rincian harga barang yang diterima oleh keluarga penerima manfaat (KPM). Eko pun lantas menerangkan secara detail harga baranng yang dimaksud.

Setelah mendapat jawaban dari Eko, Risma lantas kembali mempertanyakan uang bansos yang satu bulan. "Terus saya mau tanya ke mana uang yang satu bulan?" tanya Risma.

Selanjutnya, Risma pun langsung menegur Eko yang menahan uang bansos tersebut di lokasi dan dihadapan Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky. Sementara untuk penerima bansos di Tuban sendiri ada sekitar 84 ribu keluarga.

"Itu salah loh Pak, sampeyan nahan loh. Itu kalau jumlahnya satu it's ok, hanya Rp200 ribu. Tapi kalau sekian dibungakno (dibungakan) berapa," tegur Risma. "Pak Bupati tolong ini, disampaikan ke Kepala Dinasnya. Aku enggak terima loh."

Di sisi lain, Eko memberi alasan terkait uang bansos satu bulan itu belum diserahkan kepada warga karena masih berada di dalam kartu KPM. "Masih dalam kartu, itu kita antisipasi agar tidak dijual," jelas Eko.

(wk/tiar)

You can share this post!

Related Posts