RS Penuh, Thailand Sediakan Transportasi Gratis bagi Pasien COVID-19 yang Hendak Pulkam
AFP/Lillian Suwanrumpha
Dunia
Pandemi Virus Corona

Adapun melalui langkah ini, orang-orang yang bepergian ke provinsi asal mereka untuk perawatan diharapkan dapat mengurangi tekanan pada rumah sakit di ibu kota.

WowKeren - Pemerintah Thailand menyediakan fasilitas bagi warganya yang menderita COVID-19 berupa transportasi gratis. Kementerian Kesehatan Thailand mengatakan pasien COVID-19 yang ingin kembali ke provinsi asal mereka untuk perawatan dapat memanfaatkan layanan transportasi khusus.

Namun, pemerintah memberikan catatan bahwa fasilitas ini hanya diperuntukkan bagi mereka yang memiliki gejala ringan. The Bangkok Post melaporkan setidaknya 31.175 orang yang terinfeksi di ibu kota pergi selama lockdown saat ini. Adapun melalui langkah ini, orang-orang yang bepergian ke provinsi asal mereka untuk perawatan diharapkan dapat mengurangi tekanan pada rumah sakit.

Kementerian mengatakan sekitar 2,4 juta dari 8 juta penduduk Bangkok adalah pekerja dari provinsi lain, terutama dari timur laut negara itu. Kota itu sendiri saat ini tengah dihadapkan pada masalah berkurangnya tempat tidur.

Menurut Thongchai Kiratihatthayakon dari Kementerian Kesehatan, pasien dengan gejala ringan yang ingin kembali ke provinsi asal mereka harus menghubungi NHSO dengan menelepon hotline 1330. Dia mengatakan pada umumnya orang dapat melakukan perjalanan dalam waktu 3 hari setelah mendaftar ke kantor.


"Kami ingin orang yang terinfeksi yang ingin pulang untuk mendaftar ke NHSO," ujarnya. "Sehingga mereka berada di bawah pengawasan medis dan sistem perawatan kami dan dapat dipantau selama isolasi rumah."

Biaya ditanggung oleh NHSO, hingga maksimum 3.700 baht. Sejauh ini, sudah ada sekitar 1.000 orang telah memanfaatkan layanan ini. Layanan ini merupakan layanan door to door dan pasien dapat pulang dengan bus, kereta api, atau pesawat.

Attaporn Limpanyalert dari NHSO mengatakan kantornya bekerja dengan sejumlah departemen pemerintah, termasuk Kementerian Kesehatan, Transportasi dan Pertahanan. Kerja sama ini menawarkan transportasi gratis bagi pasien yang ingin kembali ke provinsi asal mereka.

Beberapa waktu lalu publik sempat dihebohkan dengan dugaan proposal yang bocor untuk menghentikan testing COVID-19 pada pekerja migran asing. Proposal diajukan lantaran rumah sakit tidak memiliki fasilitas untuk menampung lebih banyak orang yang terinfeksi.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts