Sutradara 'Minamata' Kecam MGM yang Ingin 'Kubur' Film Gegara Keterlibatan Johnny Depp
Metalwork Pictures/Larry Horricks
Film

Berdasarkan peristiwa nyata, drama mengerikan ini dibintangi Johnny Depp sebagai fotografer Amerika yang mendokumentasikan efek keracunan merkuri pada warga Minamata, Kumamoto, Jepang.

WowKeren - Perseteruan rumah tangga yang terjadi antara Johnny Depp dan Amber Heard tampaknya masih menyisakan buntut panjang pada karier Depp. Usai Disney dan Warner Bros. tak lagi bekerja sama, kini MGM juga tampaknya mengikuti jejak dua perusahaan besar itu.

Menurut sutradara "Minamata" Andrew Levitas, MGM adalah studio film terbaru yang mendapat kecaman setelah tampak menjauhkan diri dari Depp. Hal ini membuat kemungkinan studio tersebut harus menanggapi reaksi penggemar usai sutradara menyebut MGM berusaha mencoba "mengubur" film itu karena keterlibatan Depp.

Berdasarkan peristiwa nyata, drama mengerikan ini dibintangi Depp sebagai fotografer Amerika yang mendokumentasikan efek keracunan merkuri pada warga Minamata, Kumamoto, Jepang. Awalnya, "Minamata" dijadwalkan untuk rilis teater di Amerika Serikat dan Inggris pada bulan Februari. Karena pandemi, rilisnya ditarik dari jadwal. Sejak itu ditetapkan bahwa untuk rilis di Inggris adalah 6 Agustus.


MGM menangani distribusi film di AS. Levitas mengatakan dia diberitahu langsung oleh kepala akuisisi Sam Wollman bahwa "MGM telah memutuskan untuk 'mengubur film'" dengan merilisnya secara diam-diam tanpa promosi hanya untuk memenuhi kewajiban kontrak mereka.

Levitas menulis surat kepada MGM, yang juga ia kirimkan kepada pendukung "Minamata", The Eugene Smith Foundation dan Minamata Foundation. Menekankan betapa pentingnya kisah ini untuk dilihat, Levitas juga menyertakan foto-foto aktual dari rasa sakit, penderitaan, dan kelainan bentuk yang menyertai keracunan merkuri di Minamata yang terungkap pada 1950-an.

"Anda secara hukum memiliki hak untuk mengubur cerita mereka seperti yang telah dilakukan banyak orang sebelumnya, tetapi Anda memiliki kewajiban moral untuk melakukan lebih baik dari itu," tulis Levitas.

"Dan setidaknya kami mohon Anda untuk berbicara langsung dengan Tuan (Tomoko) Uemura dan korban lainnya serta tawarkan kepada mereka martabat untuk memahami secara langsung," lanjut tulisan itu. "Mengapa Anda berpikir kehidupan pribadi seorang aktor lebih penting daripada anak-anak mereka yang meninggal, saudara-saudara mereka, orang tua mereka, dan semua korban pencemaran industri dan penyimpangan perusahaan."

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts