Politisi Penolak Masker di Meksiko Sakit Karena COVID-19
Unsplash/Mika Baumeister
Dunia
Pandemi Virus Corona

Jumat (23/7) pekan lalu, politisi bernama Gerardo Fernandez Noroña tersebut bahkan sempat membuat cuitan bernada ejekan karena tesnya saat itu menunjukkan hasil negatif COVID-19.

WowKeren - Seorang politisi Meksiko yang menolak keras penggunaan masker mengumumkan bahwa dirinya sakit karena positif terpapar COVID-19 pada Senin (26/7). Lewat media sosialnya, politisi bernama Gerardo Fernandez Noroña tersebut mengungkapkan bahwa ia tidak enak badan selama berhari-hari namun meyakini bahwa itu hanya "flu yang sangat kuat atau serangga".

Namun pada Senin kemarin, Fernandez Noroña mengungkapkan bahwa dirinya positif terpapar COVID-19. Padahal Jumat (23/7) pekan lalu, Fernandez Noroña sempat membuat cuitan bernada ejekan karena tesnya saat itu menunjukkan hasil negatif COVID-19.

"Seperti yang saya takutkan, saya dinyatakan positif mengidap COVID-19," cuit Fernandez Noroña.

Diketahui, Fernandez Noroña adalah seorang anggota Kamar Deputi yang telah berulang kali menolak memakai masker di acara-acara resmi yang mengharuskan pemakaian masker. Acara National Electoral Institute pada tahun 2020 lalu misalnya, terpaksa menangguhkan sesi karena Fernandez Noroña yang mewakili Partai Buruh kecil menolak memakai masker seperti yang telah diwajibkan.

"Jika Anda ingin membungkam saya, saya akan berbicara tanpa penyumpal," ujarnya kala itu, merujuk pada masker. "Jika Anda ingin menyensor saya, saya tidak bisa berbicara dengan penyumpal."


Di sisi lain, Presiden Meksiko Andrés Manuel López Obrador sendiri juga meremehkan masker dan menolak merekomendasikan atau mengharuskan penggunaannya. Meski demikian, Presiden Obrador tetap mau mengenakan masker di tempat-tempat seperti pesawat terbang ketika diperlukan.

Meski demikian, beberapa sekutu politik Sang Presiden telah secara terbuka meremehkan penggunaan masker. Salah satunya adalah Kepala Perusahaan Listrik Federal, Manuel Bartlett.

Bartlett sempat memerintahkan seorang reporter untuk melepas maskernya kala mengajukan pertanyaan di konferensi pers pekan lalu. "Dengan berangus yang terpasang, saya tidak bisa mendengar atau mengerti," kata Bartlett kepada reporter tersebut.

Meksiko sendiri kini telah mencatat hampir 238.500 kasus kematian akibat COVID-19. Namun karena tingkat pengujian COVID-19 di negara tersebut sangat rendah, pemerintah memperkirakan angka kematian berada di kisaran 360 ribu.

Adapun pejabat pemerintah Meksiko telah dikritik sejak awal pandemi karena mereka meragukan apakah masker dapat melindungi masyarakat dari virus corona. Menurut para pejabat tersebut, kewajiban menggunakan masker justru akan melanggar kebebasan individu.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts