Temukan Harga Barang Lebih Mahal, Mensos Risma Tak Bisa Sembunyikan Rasa Kecewanya
https://kemensos.go.id/
Nasional
PPKM Darurat

Mensos Risma meminta pemda dan seluruh pihak terkait untuk mengawal penyaluran bansos. Ia pun turut memantau langsung di lapangan terkait penyalurannya kepada masyarakat.

WowKeren - Selama penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), pemerintah Indonesia menyalurkan bantuan sosial atau bansos. Adapun bansos tersebut disalurkan kepada masyarakat marjinal yang terkena dampak langsung pandemi COVID-19.

Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini mendorong pemerintah daerah (pemda) untuk mengawal hak-hak penerima bansos. Hal ini disampaikannya saat berkunjung ke dua lokasi di Desa Panjang Wetan, Kecamatan Pekalongan Utara, Kota Pekalongan, Jawa Tengah, pada Selasa (27/7) kemarin.

Selain itu, pada saat berkunjung ke Pekalongan, Risma juga menekankan bahwa akurasi dan kecepatan penyaluran bantuan, serta memastikan hak-hak penerima bansos terpenuhi. Ia pun sempat berdialog dengan salah satu penerima bansos tunai (BST) yakni Rudiyanto (48) untuk mencari informasi harga yang dibeli di e-warung.


Usai berdialog dengan Rudiyanto, mantan Wali Kota Surabaya itu tidak bisa menyembunyikan rasa kekecewaannya, sebab mendapati harga barang yang lebih mahal. Tidak hanya itu, ia pun merasa kecewa terhadap pihak yang memberikan bansos secara paket.

"KPM (Keluarga Penerima Manfaat) juga tidak boleh diberikan barang secara paket, karena kan belum tentu sesuai dengan kebutuhan mereka," tutur Risma didampingi dengan Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid. "Saya sudah siapkan sistem yang membuat KPM bisa memilih barang sesuai dengan yang dibutuhkan, nanti biar e-warung bersaing dengan toko lain. Kan kasian kalau orang miskin dapat harga lebih mahal."

Risma lantas meminta semua pihak terkait untuk mengawal penyaluran bansos dengan mematuhi prinsip-prinsip akuntabilitas dan transparansi anggaran. Kemudian, ia juga mengajak Forkopimda Kota Pekalongan dan masyarakat setempat untuk bersama-sama memutuskan mata rantai penyebaran COVID-19.

Meski sempat merasa kecewa karena menemukan harga barang lebih mahal, Risma menilai penyaluran bansos di Kota Pekalongan cukup memuaskan. Adapun penyaluran bansos tunai sudah mencapai sekitar 90 persen. Alokasi penyaluran bansos tunai sebanyak 13.990 KPM. Per Senin (26/7) pukul 00.00 WIB, telah tersalurkan sebanyak 12.180 KPM.

(wk/tiar)

You can share this post!

Related Posts