Presiden Filipina Sebut Warga Yang Tak Mau Divaksin COVID-19 Bisa Mati Kapan Saja
Dunia
Vaksin COVID-19

Setiap negara di dunia saat ini diketahui berlomba-lomba mendapatkan stok vaksin COVID-19 guna mencapai kekebalan kelompok atau herd immunity. Meski demikian, masih ada masyarakat yang ragu untuk melakukan vaksinasi.

WowKeren - Vaksin COVID-19 menjadi kebutuhan yang saat ini banyak dicari oleh negara-negara dunia. Hal ini disebabkan oleh setiap negara di dunia ingin segera keluar dari pandemi.

Saat ini, masing-masing negara berlomba-lomba untuk mencapai kekebalan kelompok atau herd immunity. Adapun cara yang dilakukan adalah percepatan vaksinasi COVID-19. Dengan begitu, masyarakat diminta untuk ambil andil dalam pelaksanaannya.

Presiden Filipina Rodrigo Duterte memperingatkan warganya untuk mengikuti vaksinasi COVID-19. Ia pun mengatakan bahwa bagi warga yang tidak mau divaksin, akan dilarang meninggalkan rumah. Menurutnya, hal ini perlu dilakukan sebagai bentuk perlindungan atas penyebaran varian Delta yang lebih cepat menular.

Dalam sebuah acara televisi yang disiarkan pada Rabu (28/7) malam, Duterte memberikan pernyataan terkait pelaksanaan vaksinasi COVID-19. Ia menyampaikan bahwa tidak ada Undang-Undang (UU) yang mengamanatkan pembatasan seperti itu. Hanya saja itu merupakan larangan dari dirinya sendiri untuk melindungi masyarakat.


Duterte mengaku rela apabila dikritik oleh publik karena larangannya itu. Sebab, ia benar-benar ingin melindungi warganya dari paparan COVID-19. Ia pun menyebut siap menghadapi tuntutan hukum untuk menjaga orang-orang yang taat protokol kesehatan.

Kemudian, Duterte juga menyebut bahwa orang-orang yang tidak menaati protokol kesehatan secara disiplin dan tidak mau divaksinasi COVID-19, bisa mati kapan saja. "Well, untuk semua yang saya pedulikan, Anda bisa mati kapan saja," tutur Duterte.

Pernyataan dari Duterte itu sontak mendapatkan perhatian dari publik. Publik menyebut pernyataan yang dilontarkan Pemimpin Filipina itu kurang ajar.

Sebagai informasi, banyak dari masyarakat Filipina yang ragu akan vaksinasi COVID-19. Keraguan itu muncul disebabkan oleh kekhawatiran akan efek samping setelah melaksanakan vaksinasi.

Sebelumnya, Filipina sempat mengalami kekurangan stok vaksin COVID-19. Meski demikian, saat ini sudah hampir 7 juta orang telah divaksinasi COVID-19 penuh. Kemudian, sudah lebih dari 11 juta orang yang menerima dosis pertama. Pemerintah menargetkan vaksinasi COVID-19 bisa mencapai 60 hingga 70 juta orang.

(wk/tiar)

You can share this post!

Related Posts