Tegas! Jerman Langsung Pecat Direktur Tim Sepeda Imbas Berkomentar Rasis
Pixabay
Dunia
Kontroversi Olimpiade Tokyo

Badan Olimpiade Jerman (DOSB) juga langsung memulangkan Patrick Moster usai sang direktur tim sepeda kedapatan melempar komentar rasis ke atlet sepeda asal Afrika.

WowKeren - Sikap rasisme benar-benar ditentang di tengah kehidupan bermasyarakat, termasuk di pelaksanaan Olimpiade Tokyo. Karena itulah, otoritas Jerman tak segan memulangkan Direktur Tim Sepeda-nya yang kedapatan memberikan komentar rasis kepada atlet sepeda asal Afrika.

Badan Olimpiade Nasional Jerman (DOSB) pada Kamis (29/7) waktu setempat menegaskan Patrick Moster sang direktur bermasalah sudah diberhentikan segera setelah ketahuan menyampaikan komentar tersebut. Moster pun, menurut DOSB, akan segera dipulangkan ke Jerman.

Komentar rasis ini terekam oleh kanal televisi Jerman, ARD. Kala itu Moster mendesak atlet sepeda Nikias Arndt untuk mengejar atlet Aljazair Azzedine Lagab dan atlet Eritrea Amanuel Ghebreigzabhier selama sesi percobaan nomor sepeda pria.

Moster rupanya mendesak atletnya dengan kata-kata yang kurang pantas. "Kejar penunggang unta itu!" seru Moster, merujuk pada kedua atlet Afrika yang disamakan dengan penunggang unta.


DOSB pun mengecam pernyataan Moster ini. "Tuan Moster sudah melanggar nilai Olimpiade: Permainan yang adil, menghormati, dan toleransi adalah hal yang tidak bisa dinegosiasikan di Tim Jerman," ujar DOSB, dikutip dari Al Jazeera.

Moster sendiri sudah menyadari kesalahannya. "Saya minta maaf. Saya benar-benar minta maaf. Saya tidak ingin mendiskreditkan siapapun," tegas Moster, sembari menegaskan bahwa ia hanya salah memilih kata-kata penyemangat.

Atlet Azzedine Lagab sendiri mengaku komentar rasis seperti itu bukanlah yang pertama kali ia dengar. "Tapi saya selalu menyelesaikannya di tempat daripada berkomentar di media sosial. Sayangnya hal ini terjadi di olimpiade," kata Lagab lewat Twitter-nya.

Sedangkat atlet Nikias Arndt juga mengakui bahwa Moster sudah melakukan kesalahan. "Olimpiade dan cabor olahraga berdiri di sisi toleransi, rasa hormat, dan keadilan. Saya 100 persen merepresentasikan semua nilai tersebut dan mengagumi semua atlet yang berangkat ke Tokyo," kata Arndt.

Sedangkan Tim Africa Rising yang memiliki otoritas di cabor sepeda untuk kontingen tersebut mendesak Moster agar segera dicopot. "Ini benar-benar tidak bisa diterima dan permintaan maaf tidak cukup," pungkas Africa Rising.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts