Tokyo-Jepang Pecah Rekor Kasus COVID-19 Lagi, Dokter Olimpiade 'Menyerah': Kenapa Harus Sekarang?
Instagram/tokyo2020
Dunia
Olimpiade Tokyo

Jepang untuk pertama kali melaporkan 10 ribu kasus positif COVID-19 baru, dengan hampir 4.000 di antaranya dari Tokyo. Di lingkup Olimpiade Tokyo sendiri ada 24 kasus baru yang dilaporkan.

WowKeren - Pelaksanaan Olimpiade Tokyo meski sudah berjalan hampir sepekan lamanya namun tetap menuai pro dan kontra. Apalagi karena kasus COVID-19 di negara kepulauan itu terus melonjak di tengah pelaksanaan olimpiade, yang bahkan juga memecahkan rekor setempat.

Seperti pada Kamis (29/7) hari ini, Tokyo melaporkan 3.865 kasus infeksi baru. Sedangkan secara nasional, Jepang, untuk pertama kali melaporkan 10 ribu kasus positif COVID-19 baru dalam rentang 24 jam.

Tidak hanya itu, di lingkup Olimpiade Tokyo sendiri angka kasus positif COVID-19 yang dilaporkan terus bertambah. Komite Penyelenggara Olimpiade Tokyo mengonfirmasi 24 kasus positif COVID-19 baru dan merupakan yang tertinggi sejak komite mengumumkan kasus harian di lingkup internal mereka.

Melansir Asahi Shimbun, sebagian dari 24 kasus baru itu adalah 3 atlet dan 15 kontraktor. Sebanyak 7 orang di antara mereka berasal dari luar negeri dan terkait dengan olimpiade sedangkan 17 lainnya merupakan warga yang tinggal di Jepang.


Dengan demikian, sejauh ini sudah ada 193 orang terkait Olimpiade Tokyo yang sudah terkonfirmasi positif COVID-19. "Ledakan" ini lah yang dikhawatirkan publik ketika pemerintahan Perdana Menteri Yoshihide Suga terus mendorong pelaksanaan olimpiade.

Lonjakan yang terjadi juga membuat fasilitas kesehatan di Jepang "porak-poranda". Krisis ini turut dirasakan salah seorang dokter yang bertugas di venue olimpiade, Masaharu Yagi, yang secara garis besar mengawasi peluang terjadinya infeksi virus Corona di lokasi olimpiade.

Namun nyatanya Yagi bukan hanya direpotkan dengan wabah virus Corona. Sebab ia harus menghadapi atlet dan orang-orang terkait Olimpiade Tokyo yang juga menderita cedera hingga, yang belakangan sangat mencuri perhatian, serangan gelombang panas.

Ketika Yagi mendapat kesempatan untuk beristirahat, satu-satunya hal yang terlintas di pikirannya adalah mengapa Olimpiade Tokyo harus digelar sekarang? Kini Yagi pun mengaku makin dibebani dengan potensi terjadinya Taifun No. 8 yang kemungkinan menerjang saat agenda Triathlon Individual Wanita dilangsungkan.

Yagi sendiri, meski terafiliasi dengan Olimpiade Tokyo, berterus terang bahwa agenda internasional tersebut sangat berpotensi membuat angka kasus makin bertambah. "Olimpiade adalah agenda yang sangat besar. Saya tidak yakin komite bisa mengatur aktivitas semua orang terkait," ujar Yagi yang menjadi alasan angka infeksi virus Corona terus bertambah.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts