Gempa 8,2 Magnitudo Guncang Alaska, Terbesar Sejak 1965
Dunia

Peringatan tsunami pun segera dikeluarkan dan panggilan darurat segera diumumkan ke masyarakat pesisir. Di beberapa tempat, guncangan bahkan berlangsung selama dua menit.

WowKeren - Sebuah gempa berkekuatan 8,2 Magnitudo mengguncang Alaska pada Rabu (28/7) malam waktu setempat. Gempa terjadi sekitar pukul 22.15 di selatan Semenanjung Alaska, hampir 500 mil (804,67 kilometer) barat daya Anchorage.

Lokasi gempa berada di sekitar 60 mil lepas pantai dan 29 mil di bawah permukaan Samudra Pasifik Utara, menurut Survei Geologi AS. Pusat Gempa Alaska mengatakan di situsnya bahwa itu adalah gempa terbesar di AS. Gempa berkekuatan besar sebelumnya terakhir kali tercatat terjadi pada tahun 1965 dengan kekuatan 8,7 M di Aleutians.

Setahun sebelumnya, gempa berkekuatan 9,2 pada Jumat Agung menghancurkan sebagian Anchorage dan komunitas Alaska lainnya. Gempa dan tsunami itu menewaskan 131 orang dari Alaska hingga California.

Gempa Rabu malam menimbulkan banyak goncangan. Kendati demikian, Direktur Divisi Keamanan Dalam Negeri dan Manajemen Darurat Alaska Bryan Fisher mengatakan Kamis tidak ada kerusakan besar yang dilaporkan di negara bagian terbesar di negara itu.


"Anda bisa membayangkan jika gempa bumi itu terjadi di Anchorage atau di Los Angeles," kata Fisher. "Karena akan menimbulkan kerusakan dan hilangnya nyawa serta cedera. Namun sejauh ini masih baik."

Dia telah bekerja di agensi selama 26 tahun, dan ini adalah gempa terbesar yang dia alami. "Saya benar-benar berasumsi yang terburuk, bahwa akan ada kerusakan bencana yang meluas," katanya.

Peringatan tsunami pun segera dikeluarkan dan panggilan darurat segera diumumkan ke masyarakat pesisir. Pejabat setempat melaporkan bahwa mereka tidak melihat kerusakan struktural atau signifikan. Di beberapa tempat, guncangan bahkan berlangsung selama dua menit.

"Tapi tidak ada jalan yang ambruk, tidak ada gelombang merusak dari tsunami yang dihasilkan sungguh luar biasa," kata Fisher. "Ini benar-benar keajaiban."

Ahli geologi penelitian di Survei Geologi AS Peter Haeussler menjelaskan jika lokasi gempa berada jauh dari pantai. "Pada dasarnya di antah berantah dan juga di tempat tak berpenghuni maka potensi terjadinya goncangan tanah yang kuat, merusak bangunan, maupun melukai orang hampir nol," paparnya.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts