Saat Negara Di Dunia 'Sibuk' Cegah Lonjakan Varian Delta, AS Tingkatkan Rencana Booster
Dunia
Vaksin COVID-19

Saat ini negara di dunia tengah sibuk mencegah lonjakan kasus COVID-19 yang disebabkan oleh varian Delta. Sementara itu, Presiden Amerika Serikat (AS) tengah sibuk meningkatkan rencana melakukan booster.

WowKeren - Peningkatan kasus COVID-19 yang terjadi di negara-negara dunia belakangan ini, salah satu penyebabnya adalah varian Delta. Saat ini, masing-masing pemerintah negara di dunia tengah sibuk berupaya agar varian Delta tidak semakin menyebar.

Sementara itu, Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden menawarkan insentif baru untuk penangguhan vaksin COVID-19. Hal ini telah diterima oleh Israel yang mengizinkan suntikan booster atau vakin dosis ketiga.

Sebelumnya, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah memperingatkan jenis virus yang sangat menular terdeteksi di India. WHO pun turut menyebut bahwa varian ini bisa menyebabkan terjadinya gelombang keempat COVID-19 di zona Mediterania Timur, yakni daerah yang membentang dari Maroko hingga Pakistan.

WHO menyebutkan bahwa negara-negara tersebut sangat berisiko karena tingkat vaksinasinya rendah, hanya berkisar 5,5 persen dari populasinya. Jadi di negara-negara yang tingkat vakinasinya rendah, diminta untuk segera melakukan percepatan.


Sementara itu, Biden menyebut bahwa orang-orang yang tidak divaksin COVID-19, membuat mereka seharusnya bisa bertahan, menjadi meninggal. Hal ini disampaikannya saat berpidato tentang inisiatif baru pemerintahannya yang bertujuan untuk membatasi penyebaran COVID-19.

"Orang-orang sekarat dan akan mati, yang tidak harus mati," tutur Biden. "Jika Anda berada di luar sana, dan tidak divaksinasi, Anda tidak harus mati."

Biden menuturkan bahwa semua pekerja pemerintah federal akan diminta untuk mengungkapkan status vaksinasi mereka, dan untuk yang belum divaksin, diminta tetap menggunakan masker di tempat kerja serta wajib menjalani tes COVID-19 rutin. Selain itu, Biden juga akan meminta Pentagon mempertimbangkan membuat vaksin COVID-19 wajib bagi personel militer.

Biden menyampaikan pemerintah akan memberi sanksi kepada negara bagian dan lokal denda sebesar USD 100 (setara Rp1,4 juta) jika tidak setuju rencana itu. Menurutnya, rencananya itu bisa segera menurunkan angka kasus COVID-19 dan mengakhiri pandemi.

"Jika insentif membantu kita mengalahkan virus ini, saya yakin kita harus menggunakannya," tandas Biden. "Kita semua mendapat manfaat jika kita bisa membuat lebih banyak orang divaksinasi."

(wk/tiar)

You can share this post!

Related Posts