Atlet Skateboard Belanda Curhat Karantina COVID-19 di Olimpiade Tokyo 'Tak Manusiawi'
Instagram/candy_jacobs
Dunia
Olimpiade Tokyo

Meski tidak mendapat kesempatan untuk berkompetisi di Olimpiade Tokyo, perwakilan Belanda, Candy Jacobs, memuji pemenang medali emas skateboarding asal Jepang, Momiji Nishiya.

WowKeren - Candy Jacobs, seorang atlet skateboard asal Belanda, gagal berlaga di Olimpiade Tokyo 2020 usai dinyatakan positif terpapar COVID-19. Jacobs dikeluarkan dari Kampung Olimpiade dan dimasukkan ke dalam fasilitas karantina untuk mereka yang terpapar COVID- 19.

Jacobs lantas mengungkapkan bahwa situasi karantina yang dijalaninya "tidak manusiawi" karena kamar jendelanya bahkan tidak bisa dibuka. Ia mengaku harus memaksa petugas untuk mengizinkannya beristirahat sejenak dan menghirup udara segar dari luar kamarnya di bawah pengawasan.

"Tidak memiliki udara dari luar sangat tidak manusiawi," ujar Jacobs dalam pesan video yang diunggahnya di Instagram. "Ini sangat menguras mental ... lebih dari yang bisa ditangani banyak manusia."

Setelah bernegosiasi selama lebih dari tujuh jam, Jacobs akhirnya diperbolehkan berdiri di depan jendela terbuka selama 15 menit di bawah pengawasan. "Menghirup udara luar untuk pertama kalinya adalah momen paling menyedihkan dan terbaik dalam hidup saya," katanya.


Meski tidak mendapat kesempatan untuk berkompetisi di Olimpiade Tokyo, Jacobs memuji pemenang medali emas skateboarding, Momiji Nishiya. Diketahui, Nishiya yang baru berusia 13 tahun menjadi peraih medali emas Olimpiade termuda di Jepang.

Jacobs juga mengaku melihat pertandingan Olimpiade dari televisi menjadi "pengalihan yang sangat keren" selama masa karantina. "Perjalanan ini adalah yang terliar yang pernah saya alami dan semoga tidak pernah mengalami hal seperti ini lagi," ungkapnya.

Di sisi lain, Olimpiade Tokyo digelar beriringan dengan meningkatnya kasus COVID-19 di Jepang. Pada Kamis (29/7) Negeri Sakura bahkan mencatat rekor harian kasus COVID-19 yang tembus melebihi angka 10.000.

Pejabat di seluruh negeri melaporkan angka tinggi di hari tersebut termasuk pemecahan rekor 3.865 di Tokyo serta 1.164 di Kanagawa, 864 di Saitama dan 506 di Chiba. Perdana Menteri Yoshihide Suga diperkirakan akan mengumumkan Jumat malam bahwa keadaan darurat keempat wilayah tersebut akan diperluas. Adapun saat ini, status darurat tengah aktif diberlakukan di Tokyo dan Okinawa hingga 22 Agustus mendatang.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts