Modul Rusia Sempat Sebabkan Stasiun Luar Angkasa 'Tersenggol', Pejabat Salahkan Hal Ini
Dunia

Sebelumnya, NASA mengungkapkan bahwa insiden tersebut membuat Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) berpindah 45 derajat dari posisi dan kehilangan kendali orientasi selama 47 menit.

WowKeren - Modul Nauka milik Rusia sempat tak sengaja menembakkan pendorongnya hingga membuat Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) sempat "tersenggol" dan bergeser dari posisinya pada Kamis (29/7) lalu. Padahal, posisi ISS adalah kunci untuk mendapatkan daya dari panel surya dan untuk komunikasi dengan tim pendukung luar angkasa di Bumi.

Komunikasi ISS dengan pengontrol darat juga sempat terputus dua kali selama beberapa menit pada hari Kamis. Belakangan, pejabat ruang angkasa Rusia menyalahkan masalah perangkat lunak pada modul Nauka atas insiden tersebut.

Menurut Vladimir Solovyov selaku Direktur Penerbangan Segmen Stasiun Ruang Angkasa Rusia, insiden tersebut disebabkan oleh "kegagalan perangkat lunak jangka pendek". Dalam sebuah pernyataan yang dirilis Jumat oleh badan antariksa Rusia Roscosmos, Solovyov mengatakan kegagalan tersebut menyebabkan perintah langsung untuk menyalakan mesin modul diimplementasikan secara keliru.

Lebih lanjut, Solovyov mengaku bahwa insiden tersebut "dengan cepat dilawan oleh sistem propulsi" dari komponen Rusia lainnya di stasiun. Menurutnya, ISS saat ini dalam orientasi normal dan semua sistemnya juga beroperasi secara normal.


Sementara itu, Dmitry Rogozin selaku Direktur Roscosmos sempat mengisyaratkan adanya kemungkinan "faktor manusia" yang berperan dalam insiden tersebut. Mengingat insiden tersebut terjadi kala modul Nauka baru saja merapat ke ISS.

"Ada euforia seperti itu (setelah Nauka berhasil merapat dengan stasiun luar angkasa), orang-orang menjadi santai sampai batas tertentu," ujar Rogozin dalam sebuah wawancara radio. "Mungkin salah satu operator tidak memperhitungkan bahwa sistem kontrol blok akan terus menyesuaikan diri di luar angkasa. Dan itu menentukan momen tiga jam setelah (docking) dan menyalakan mesin."

Sebelumnya, NASA mengungkapkan bahwa insiden tersebut membuat ISS berpindah 45 derajat dari posisi dan kehilangan kendali orientasi selama 47 menit. Meski demikian, tidak ada kerusakan langsung yang dilaporkan, seluruh kru juga tidak tidak dalam bahaya.

Namun insiden tersebut membuat NASA terpaksa menunda uji ulang penerbangan kapsul awak Boeing yang telah ditetapkan pada Jumat sore dari Florida. Sebelumnya, masalah perangkat lunak menggagalkan uji penerbangan pertama.

Di sisi lain, Nauka sendiri merupakan modul laboratorium sains Rusia yang merapat ke ISS pada Kamis pagi. Modul tersebut diluncurkan dari fasilitas peluncuran Rusia di Baikonur, Kazakhstan, delapan hari sebelumnya.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts