Hanya dalam hitungan hari, Raja Malaysia telah menunjuk Perdana Menteri baru pengganti Muhyiddin Yassin, yakni Ismail Sabri Yaakob, yang memenangkan suara terbanyak di Parlemen.
- Elvariza Opita
- Jumat, 20 Agustus 2021 - 17:50 WIB
WowKeren - Malaysia tak memerlukan banyak waktu untuk menunjuk siapa pengganti Muhyiddin Yassin yang mengundurkan diri sebagai perdana menteri beberapa waktu lalu. Sebab pada Jumat (20/8) hari ini, Raja Malaysia Sultan Abdullah telah memilih Ismail Sabri Yaakob sebagai perdana menteri kesembilan di Negeri Jiran.
Ketua Rumah Tangga Kerajaan Malaysia, Ahmad Fadil Shamsuddin mengungkap bahwa Sultan Abdullah telah memilih Ismail yang mendapat sampai 114 suara dari Parlemen, penanda bahwa Ismail meraup suara mayoritas. Lebih jauh, Fadil mengungkap bahwa Raja Malaysia berharap keterpilihan Ismail bisa menjadi akhir dari ketidakstabilan politik negeri Jiran sehingga pemerintah bisa fokus dalam menangani pandemi COVID-19.
Mengutip Malaymail, Ismail akan dilantik menjadi PM penerus Muhyiddin pada Sabtu (21/8) pukul 14.30 waktu setempat. Dan keterpilihan Ismail pun, menurut sejumlah pihak, cukup tidak terprediksi meski namanya sudah mencuat sebagai jagoan sejak Muhyiddin memutuskan mengundurkan diri.
Ismail menjadi PM Malaysia pertama yang bukan Presiden di Partai UMNO yang mengusungnya, Ismail hanya menjabat sebagai salah satu wakil presiden partai. Ismail pun pernah menjabat sebagai Deputi PM Malaysia dan memegang jabatan terpendek, yakni hanya 40 hari.
Ismail telah berkecimpung di kabinet Malaysia sejak 2008, ketika ia ditunjuk sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga. Pada 2009, di bawah kepemimpinan PM Najib Razak, Ismail "mencicipi" beberapa jabatan seperti Menteri Pertanian (2013-2015) dan Menteri Pengembangan Desa dan Daerah Terpencil (2015-2018).
Ismail kemudian keluar dari kabinet setelah Pakatan Harapan (PH) memenangkan Pemilu 2018. Kala itu UMNO memang tengah dihadapkan pada badai skandal korupsi sampai senilai RM1 miliar.
Namun ketika Muhyiddin menjabat, Ismail kembali ditunjuk menjadi Menteri Koordinator bidang Keamanan serta Menteri Pertahanan pada Maret 2020. Hingga akhirnya tahun 2021 ini Ismail dipromosikan menjadi Deputi PM yang berujung mencopot jabatan Menko-nya.
Keterpilihan Ismail sebagai PM Malaysia sudah tercium sejak Sekretaris Jenderal UMNO, Ahmad Maslan, mengungkap hasil pemungutan suara di kalangan parlemen. "Hari ini, 114 suara diberikan kepada Datuk Seri Ismail Sabri Yaakob dari Bera sebagai kandidat perdana menteri berikutnya," ujar Ahmad, Kamis (19/8).
"Kami (yang memilih Ismail) diwawancarai satu-persatu oleh Raja," imbuhnya. "Pada kesempatan itu, kami menyebutkan nama, dari daerah mana kami berasal, dan menegaskan bahwa dukungan kami bersifat sukarela serta tanpa paksaan."
Meski demikian, beredar pula informasi bahwa kabinet Ismail hanya akan bersifat sementara sampai wabah COVID-19 berakhir. Muhyiddin yang akan menurunkan jabatannya kepada Ismail hanya menitipkan satu hal, yakni tidak memilih menteri dengan rekam jejak kriminal atau terkait dengan skandal korupsi UMNO beberapa tahun silam.
(wk/elva)