Kepemimpinan Luhut Dipuji Epidemiolog Berhasil Turunkan Kasus COVID-19 Jawa-Bali
Nasional
PPKM Darurat

Menurut epidemiolog dari Universitas Indonesia, Pandu Riono, turunnya angka penularan COVID-19 di wilayah Jawa-Bali tak lepas dari kepemimpinan Menko Marives Luhut Binsar Pandjaitan.

WowKeren - Kinerja Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan sebagai koordinator PPKM Jawa-Bali mendapat pujian dari epidemiolog Universitas Indonesia Pandu Riono. Menurut Pandu, turunnya angka penularan COVID-19 di wilayah Jawa-Bali tak lepas dari kepemimpinan Luhut.

"LBP komandan perang di wilayah yg paling sulit - Jawa Bali. Salute sdh berhasil menekan Rt~1," cuit Pandu di akun Twitter-nya. "Di setiap rapat strategis, semua ditanya detail semua rapat berbasis data evaluasi. Teruskan Pak Luhut, targetkan tingkat penularan serendah-rendahnya. Kita pasti bisa!

Pandu sendiri tak memungkiri bahwa menurunkan kasus COVID-19 di Jawa-Bali pasca Lebaran 2021 bukanlah hal yang mudah. Mengingat lonjakan kasus yang terjadi kala itu luar biasa tinggi.

"Jawa-Bali kan jumlah kasus terbanyak, luar biasa hebat. Sejak habis mudik Lebaran itu, wah luar biasa kan. Ada kasus di Kudus, Bangkalan, terus merebak hampir ke semua kota-kota besar di Jawa-Bali yang penduduknya banyak," papar Pandu dilansir detikcom. "Sehingga putus asa kita, mau mulai dari mana kita mengatasinya. Dan di luar Jawa-Bali belum terlihat dampaknya yang besar seperti di Jawa-Bali."

Oleh sebab itu, penurunan angka kasus COVID-19 yang signifikan membuat Pandu kaget. Pandu pun memuji Luhut yang dinilainya mau mengevaluasi kesalahan dalam kebijakan sebelumnya.


"Jadi Presiden menginstruksikan Pak Luhut yang mengomandani Jawa-Bali. Dan surprise, sekarang dia (Luhut) itu betul-betul menyadari, kenapa kok kita bisa seperti ini, kesalahan-kesalahan apa?" paparnya. "Dia mulai melihat dari kesalahan-kesalahan kebijakan, apa yang masih kurang dalam penanganan PPKM dan sebagainya."

Lebih lanjut, Pandu mengungkapkan bahwa Luhut mengundang seluruh ahli dalam rapat terkait penanganan COVID-19. Luhut juga disebut tak malu untuk mengakui bahwa dirinya tidak mengerti apa-apa dan seperti belajar dari nol tentang penanganan pandemi ini.

Saran pakar dan jajaran pemerintah juga mulai dijalankan secara bertahap. Salah satunya terkait usulan penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 1-4.

"Dan dia, walaupun suka marah-marah, dia mau mendengarkan dan mengakui salah. Karena dia bilang, 'wah, saya baru tahu kalau tracing itu gunanya untuk itu', begitu," katanya. "Kenapa sih orang harus meningkatkan tracing sama isolasi? Sewaktu ketika kita bilang, 'jangan isolasi mandiri karena itu akan menimbulkan kematian yang tinggi, harus isolasi terpusat dan juga untuk menekan penularan pada keluarga'. Itu diikuti semua."

Luhut juga disebut turut mengevaluasi penanganan COVID-19 di daerah. Menurut Pandu, Luhut tak mau hanya mendengar pernyataan kepala daerah yang bersifat ASB alias "Asal Bapak Senang".

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts