Prancis Merasa Dikhianati dengan Kesepakatan Joe Biden Bersama Australia dan Inggris
pixabay.com/Ilustrasi/jackmac34
Dunia

Keputusan ini rupanya turut membuat marah Prancis dan Uni Eropa. Mereka melihat langkah Joe Biden sama saja dengan kembali ke era Donald Trump dan Eropa merasa ditinggalkan.

WowKeren - Keputusan Presiden Amerika Serikat Joe Biden untuk membentuk aliansi strategis Indo-Pasifik dengan Australia dan Inggris ramai menjadi perbincangan. Diketahui, kesepakatan itu disebut-sebut untuk melawan pengaruh Tiongkok yang kian agresif.

Keputusan ini rupanya turut membuat marah Prancis dan Uni Eropa. Mereka melihat langkah Biden sama saja dengan kembali ke era Donald Trump, dan Eropa merasa ditinggalkan. Associated Press menyebut inisiatif keamanan itu telah mengakhiri "hubungan cinta" antara Biden dan Eropa secara tiba-tiba.

Kesepakatan itu bertajuk AUKUS, yang secara khusus mengecualikan Prancis dan Uni Eropa, merupakan yang terbaru dari serangkaian langkah AS, dari Afghanistan hingga Asia Timur, yang mengejutkan Eropa.

Setelah menjanjikan para pemimpin Eropa bahwa "Amerika telah kembali" dan bahwa diplomasi multilateral akan memandu kebijakan luar negeri AS, Biden telah mengesampingkan banyak sekutu. Hal itu terlihat dari pendekatan yang ia dilakukan sendiri dalam masalah-masalah utama.


Langkah AS yang satu ini membuat Eropa gagal paham. Menteri Luar Negeri Prancis menyebut langkah AS sebagai "menusuk dari belakang" dan ia menyatakan "sangat tidak mengerti". Sementara itu, kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa mengeluh bahwa Eropa belum diajak konsultasi mengenai langkah ini.

Menurut Associated Press Prancis akan kehilangan kesepakatan senilai hampir 100 miliar dolar AS untuk membangun kapal selam diesel untuk Australia akibat kesepakatan itu. Pasalnya dalam kesepakatan AUKUS, AS dan Inggris akan membantu Canberra membangun kapal bertenaga nuklir.

Kemarahan Prancis tentu tidak bisa disebut tak beralasan. Hal itu mengingat Prancis, sejak penyerahan Hong Kong oleh Inggris ke Tiongkok pada tahun 1997, adalah satu-satunya negara Eropa yang memiliki kepemilikan teritorial yang signifikan atau kehadiran militer permanen di Pasifik.

Sejak Juni, Biden telah membuat marah sekutu tertua Amerika, Prancis, membuat Polandia dan Ukraina mempertanyakan komitmen AS terhadap keamanan mereka. Biden juga membuat marah Uni Eropa secara lebih luas dengan keputusan sepihak terkait soal Afghanistan hingga Asia timur.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts