Sejumlah Epidemiolog Diboyong ke Phuket Demi Tekan Sebaran COVID-19
pixabay.com/Ilustrasi/Michelleraponi
Dunia
Pandemi Virus Corona

Sekretaris Tetap Kesehatan Masyarakat mengatakan mereka akan membantu memulihkan kepercayaan penduduk setempat dan pengunjung terkait keselamatan pulau itu.

WowKeren - Ahli epidemiologi dari Departemen Pengendalian Penyakit Thailand telah dikirim oleh Kementerian Kesehatan Masyarakat ke Phuket. Langkah ini dimaksudkan untuk membantu mengekang penyebaran infeksi COVID-19 baru di pulau itu.

Selama beberapa minggu terakhir Phuket mencatat 200 kasus harian. Tempat tidur rumah sakit telah mencapai tingkat hunian 90 persen. Oleh sebab itu, tim ahli epidemiologi dan pejabat pengendalian penyakit akan pergi ke Phuket.

Sekretaris Tetap Kesehatan Masyarakat Dr Kiattibhoom Vongrachit mengatakan mereka akan membantu pejabat kesehatan dan memulihkan kepercayaan penduduk setempat dan pengunjung terkait keselamatan pulau itu. Dokter mengatakan dari sekitar 30.000 Sandboxer yang tiba, hanya 89 yang dinyatakan positif COVID-19.

Rendahnya tingkat infeksi di antara kalangan wisatawan ini disebutnya berkat langkah pencegahan ketat yang diberlakukan. Dr Pitakpol Boonyamalik, jenderal inspeksi Kantor Area Kesehatan ke-11, mengatakan pejabat kesehatan dari provinsi lain juga telah dikirim ke Phuket untuk membantu program vaksinasi.


Program ini ditujukan untuk kelompok berisiko tinggi dan orang-orang yang terjebak di rumah. Ia mengatakan bahwa saat ini layanan hotline sedang didirikan dan pusat operasi sedang didirikan.

Pada Rabu (15), komunitas sea gypsy di kota kecamatan Rawai diperintahkan untuk melakukan karantina selama 2 minggu setelah 100 anggota komunitas dinyatakan positif COVID-19. Polisi telah dikirim ke daerah itu untuk memastikan aturan lockdown berjalan semestinya.

Pemerintah Thailand sendiri ingin menjadikan vaksinasi masyarakat sebagai prioritas untuk saat ini. Menurut The Thaiger, klinik Aunjai didirikan di Phuket untuk membantu meringankan beban rumah sakit dan pusat kesehatan lainnya.

Di klinik ini, masyarakat bisa datang untuk melakukan konsultasi, rontgen, pemeriksaan, dan petugas di sana akan menjawab pertanyaan. Meski tidak dijelaskan apakah klinik itu juga menyediakan tempat tidur, tetapi Gubernur Phuket Narong Woonciew meyakinkan masyarakat bahwa tidak ada masalah terkait kekurangan bed.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts