Jepang Menganalisis Secara Hati-Hati Kesiapan Tiongkok Untuk Bergabung Kesepakatan Perdagangan Bebas
Unsplash/ Jezael Melgoza
Dunia

Pemerintah Jepang saat ini tengah berhati-hati dalam menganalisis persyaratan mengenai ingin bergabungnya Tiongkok ke dalam perdagangan bebas Trans-Pacific Partnership.

WowKeren - Pada Jumat (17/9), pemerintah Jepang menyatakan bahwa saat ini pihaknya akan menganalisis dengan hati-hati apakah Tiongkok siap untuk memenuhi persyaratan untuk bergabung dengan kesepakatan perdagangan bebas Trans-Pacific Partnership. Hal ini dilakukan satu hari setelah Beijing mengumumkan telah mengajukan tawaran untuk bergabung dengan kerangka kerja tersebut.

Pernyataan tersebut, disampiakan oleh Kepala Sekretaris Kabinet Katsunobu Kato. "Kita menilai secara menyeluruh apakah Tiongkok siap untuk memenuhi aturan standar tinggi TPP-11," terang Kato dalam konferensi pers, mengacu pada kesepakatan yang secara resmi dikenal sebagai Perjanjian Komprehensif dan Progresif untuk Kemitraan Trans-Pasifik.

Hal senada juga disampaikan oleh Jubir pemerintah Jepang. "Kami akan berkonsultasi dengan anggota lain, sambil mengikuti prosedur untuk menyetujui anggota baru," terang Juru Bicara pemerintah pada konferensi pers.

Melansir Kyodo News, Jepang menyatakan bahwa Tiongkok membutuhkan persetujuan bulat dari 11 negara anggota untuk bergabung dalam pakta tersebut, yang tampaknya dilihat Beijing sebagai cara untuk meningkatkan pengaruh ekonominya. Sementara itu, akesinya dinilai akan memiliki dampak yang signifikan terhadap perdagangan di kawasan Asia-Pasifik.


Sementara itu, Menteri Keuangan (Menkeu) dan Menteri Luar Negeri (Menlu) Jepang, juga menyatakan sikap hati-hati terhadap Tiongkok, khususnya tawaran tersebut. Taro Aso selaku Menkeu Jepang menyampaikan kehati-hatiannya itu kepada wartawan.

"Saya hanya ingin tahu apakah Tiongkok benar-benar dalam keadaan di mana ia dapat bergabung," terang Aso mengutip aturan rinci pakta perdagangan atas perusahaan milik negara.

Sementara itu, Menlu Jepang, Toshimitsu Motegi, menyatakan bahwa Jepang masih perlu untuk menanggapi "dari sudut pandang strategis". Selain itu, juga sambil mencatat bahwa prosedur untuk menyetujui partisipasi Inggris setelah aplikasi London pada awal tahun 2021, akan didahulukan.

Sementara itu, anggota TPP lain yang ada adalah Australia, Brunei, Kanada, Chili, Malaysia, Meksiko, Selandia Baru, Peru, Singapura, dan Vietnam. Amerika Serikat (AS) diketahui juga berhati-hati untuk kembali ke perjanjian itu setelah penarikannya pada Januari 2017. Kemudian, Taiwan juga telah menyatakan tertarik untuk bergabung.

(wk/tiar)

You can share this post!

Related Posts