Selandia Baru-Australia Tunda Travel Bubble Lagi Hingga 8 Minggu Usai Kasus COVID-19 Melonjak
pixabay.com/Ilustrasi/PhotoMIX-Company
Dunia

Rencana ini ditangguhkan pada Juli. Kemudian pada Jumat (17/9), pemerintah Selandia Baru menyatakan bahwa penangguhan akan diperpanjang lagi sampai 19 November mendatang.

WowKeren - Selandia Baru memperpanjang penangguhan gelembung perjalanan dengan Australia. Kebijakan ini akan menghentikan perjalanan bebas karantina hingga delapan minggu ke depan.

Di bawah kebijakan gelembung perjalanan, warga antar kedua negara diizinkan untuk melakukan perjalanan tanpa harus melakukan isolasi mandiri. Namun, rencana ini ditangguhkan selama delapan minggu pada Juli. Kemudian pada hari Jumat (17/9), pemerintah Selandia Baru memperbarui kebijakannya yang menyatakan bahwa penangguhan akan diperpanjang lagi sampai 19 November mendatang.

Keputusan itu diambil karena penyebaran varian Delta yang tidak terkendali di NSW, Victoria dan ACT, serta wabah di Auckland, kota terbesar di Selandia Baru. Auckland saat ini tengah lockdown setelah wabah mematikan Sydney menyebar.

Seorang pria berusia 54 tahun dinyatakan positif COVID-19 pada 14 Agustus. Sekuensing genomik menghubungkan kasus tersebut dengan penerbangan 'zona merah' ke Australia. Bagaimana virus bisa lolos dari karantina masih belum diketahui.


"Pemerintah akan meninjau keputusan ini pada pertengahan hingga akhir November 2021," tulis pemerintah Selandia Baru dalam situsnya. "Untuk memberi lebih banyak waktu agar tingkat vaksinasi naik lebih tinggi."

Wisatawan dari Australia yang memiliki hak untuk masuk ke Selandia Baru masih dapat terbang pada bulan Oktober dan November, tetapi harus dikarantina selama 14 hari dan menunjukkan tes negatif sebelum berangkat. Satu penerbangan direncanakan pada 26 September bagi mereka yang berada dalam situasi darurat.

Menteri Tanggap COVID-19 Selandia Baru Chris Hipkins mengatakan bahwa negaranya dan Australia memiliki hubungan yang dekat. Oleh sebab itu, ia mengakui jika penangguhan ini akan mengecewakan banyak pihak.

"Salah satu alasan kami mengadakan perjalanan bebas karantina dengan Australia adalah karena negara kami memiliki banyak hubungan dekat," ujarnya. "Dan saya mengakui bahwa penangguhan lebih lanjut ini akan mengecewakan banyak orang."

Diketahui, perjalanan bebas karantina antar dua negara sebelumnya telah ditangguhkan sejak 23 Juli. Penangguhan saat ini dijadwalkan berakhir 24 September pekan depan sebelum pemerintah akhirnya mengumumkan untuk memperpanjang durasi penangguhan hingga 8 minggu ke depan.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts