Langkah Pemkab Pacitan Pasca BMKG Peringatkan Potensi Tsunami 28 Meter
Pxhere
Nasional

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati bahkan meminta Kabupaten Pacitan untuk mempersiapkan skenario terburuk demi menghindari dan mengurangi risiko bencana gempa dan tsunami.

WowKeren - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan potensi bencana tsunami hingga ketinggian 28 meter di Pacitan, Jawa Timur. Kepala BMKG Dwikorita Karnawati bahkan meminta Kabupaten Pacitan untuk mempersiapkan skenario terburuk demi menghindari dan mengurangi risiko bencana gempa dan tsunami.

Pemkab Pacitan pun telah menindaklanjuti peringatan BMKG tersebut. Salah satunya adalah dengan menyiapkan Tempat Evakuasi Akhir (TEA) di wilayah kecamatan kota.

Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Pacitan, Dianitta Agustinawati, mengungkapkan setidaknya ada 15 TEA yang dipersiapkan. 10 TEA berada di barat Sungai Grindulu, dan lima sisanya berada timur sungai.

"Selama seminggu ini kita sudah mengecek sekitar 15 TEA. Dan ada beberapa TEA yang juga bisa digunakan untuk shelter penyediaan sarana prasarana dan logistik," papar Dianitta kepada detikcom, Sabtu (18/9).


Lebih lanjut, Dianitta menilai peringatan yang dikeluarkan BMKG bermakna positif. Terlebih peringatan tersebut dibarengi dengan kedatangan Menteri Sosial yang mengikuti langsung kegiatan simulasi.

Menurut Dianitta, hal tersebut adalah wujud perhatian pemerintah kepada warga Pacitan. Kehadiran pejabat negara tersebut membuat banyak elemen masyarakat yang meminta Dianitta untuk bersosialisasi, termasuk ormas hingga rumah ibadah.

"Harapan saya pelatihan terkait mitigasi bencana ini rutin dilakukan, bukan hanya insidental saja. Sehingga masyarakat selalu ingat harus melakukan apa saat bencana terjadi," jelasnya.

Sebelumnya, BMKG telah meminta warga Pacitan untuk memahami konsep evakuasi mandiri. Pada prinsipnya, masyarakat pesisir diminta untuk segera menjauh dari pantai segera setelah terjadi gempa yang sangat kuat. Dan untuk mendukung efektivitas proses evakuasi, tentu saja diperlukan jalur khusus dengan rambu-rambu yang sudah terpasang secara permanen.

Masyarakat juga tidak boleh abai terhadap semua peringatan dini tsunami yang disebarkan BMKG lewat multimoda diseminasi. Masyarakat pun harus bersikap swasadar atas informasi gempa dan peringatan dini tsunami, serta memiliki respons yang cepat untuk segera melakukan evakuasi karena golden time yang cukup singkat.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts