AS Lakukan 'Pengusiran' Besar-Besaran Migran Asal Haiti Yang Mendiami Texas
Dunia

Banyak migran dari Haiti yang berdatangan ke Texas. Hal ini lantas mendapat reaksi keras dari Amerika Serikat (AS), hingga akhirnya para migran itu 'diusir'.

WowKeren - Amerika Serikat (AS) baru-baru ini, menerbangkan para migran Haiti yang berkemah atau mendiami kota perbatasan Texas, kembali ke negara asalnya. Tak hanya itu, AS juga menghalangi masyarakat yang akan melintasi perbatasan dari Meksiko.

Tindakan AS terhadap migran Haiti itu disebut sebagai "pengusiran" besar-besaran migran atau pengungsi dalam beberapa dekade belakangan. Melansir AP News, lebih dari 320 migran tiba di Port-au-Prince dengan tiga penerbangan pada Minggu (19/9).

Kemudian, Haiti mengharapkan enam penerbangan selanjutnya bisa tiba pada Selasa (21/9). Secara keseluruhan, otoritas AS telah "mengusir" lebih dari 12 ribu migran yang mendiami dan berkemah di sekitar jembatan Del Rio, Texas, setelah menyeberang dari Ciudad Acua, Meksiko.

AS sendiri berencana untuk memulai tujuh penerbangan "pengusiran" setiap hari pada Rabu (22/9). Adapun 4 penerbangan itu bertujuan ke Port-au-Prince, dan 3 lainnya ke Cap-Haitien.


Mengenai penerbangan bagi para migran Haiti itu disampaikan oleh seorang pejabat AS yang tidak berwenang untuk menyampaikannya secara terbuka. "Penerbangan akan terus dilakukan dari San Antonio, tetapi pihak berwenang dapat menambahkan El Paso," terang pejabat.

Masih melansir AP News, adapun persamaan upaya "pengusiran" terhadap migran yang dilakukan AS kali ini dengan beberapa dekade sebelumnya adalah tanpa kesempatan untuk mencari tempat tinggal terlebih dahulu. Pada tahun 1992, ketika penjaga pantai mencegat para migran Haiti di laut. Hal ini disampaikan oleh Yael Schacher selaku advokat senior AS di Refugees International.

Selain itu, AS juga memulangkan para migran atau orang Meksiko yang telah mendiami tempat-tempat tersebut selama bertahun-tahun. Meski demikian, masyarakat AS juga telah melintasi perbatasan dan jumlah yang sebanding tanpa dikenakan pengusiran massal.

Meksiko sendiri diketahui telah menerima mereka dari AS di bawah otoritas terkait pandemi COVID-19 yang terjadi sejak Maret tahun lalu. Meksiko menegaskan bahwa pihaknya tidak menerima migran Haiti yang diusir atau masyarakat dari kebangsaan lain di luar.

(wk/tiar)

You can share this post!

Related Posts