Kuasa hukum Tyna Kanna wanti-wanti agar kedua anak sang klien dan Kenang Mirdad tak diseret dalam kasus perceraian orangtuanya dan berharap privasi mereka dihargai.
- Sisilia Rizky Azalea
- Selasa, 21 September 2021 - 14:50 WIB
WowKeren - Sidang perdana perceraian Kenang Mirdad dan Tyna Kanna ditunda hingga 5 Oktober 2021 mendatang. Ketidakhadiran Kenang lah yang membuat sidang tersebut ditunda.
Nantinya kedua belah pihak diharuskan hadir di sidang yang telah dijadwalkan ulang. Yang mana, sidang Tyna dan Kenang pada 5 Oktober 2021 beragendakan mediasi.
Mengenai mediasi yang berujung damai, kuasa hukum Tyna yakni Denny Kailamang juga mengharapkan hal tersebut. Namun, pihaknya akan menyerahkan semua keputusan kepada Tyna dan Kenang.
"Saya rasa kita harapkan karena persoalan ini adalah masalah antara penggugat dan tergugat," tutur Denny Kailamang saat ditemui WowKeren di Pengadilan Agama Jakarta Selatan pada Selasa (21/9). "Dan sidangnya juga tertutup maka segala sesuatu kita salurkan melalui sidang semuanya."
Sidang Tyna dan Kenang juga digelar tertutup. Sehingga kuasa hukum Tyna tak bisa membocorkan lebih detail mengenai perkara hingga agenda yang akan mereka lakukan nantinya.
"Diungkapkan dalam sidang ini kan dalam proses jadi tidak boleh untuk kita keluarkan apa apa yang ada dalam sidang, kecuali mengenai acaranya saja," tambah Denny.
Kuasa hukum Tyna juga mengingatkan betapa pentingnya mental dan psikis anak-anak sang klien. Denny tak menampik jika pemberitaan yang terus menerus muncul akan mengganggu kedua anak Kenang dan Tyna.
"Karena yang kita harapkan ini adalah bukan penggugat dan tergugat tapi anak-anaknya, kalau ada di pemberitaan terus anak anaknya akan terganggu," terang kuasa hukum Tyna.
Denny mewakili sang klien pun meminta agar privasi serta ketenangan anak-anak Tyna tak diganggu. Yang mana, anak-anak Kenang dan Tyna tak diharapkan terseret dalam polemik rumah tangga kedua orangtuanya.
"Makanya saya mohon agar memahami masalah ini yang penting adalah masalah anak jangan sampai terganggu dengan perceraian mereka," pungkas Denny Kailamang.
(wk/Sisi)