Pria di Singapura Alami Rambut Rontok Parah Usai Terima Vaksin Moderna, Ada Kaitannnya?
Max Pixel
Dunia
Vaksin COVID-19

Seorang pria berusia 66 tahun di Singapura mendapati rambutnya rontok parah beberapa waktu setelah menerima dua dosis vaksin Moderna. Lalu apa kata pakar tentang fenomena ini?

WowKeren - Setiap individu tentu mengalami efek samping yang berbeda-beda pasca menerima vaksinasi COVID-19. Namun tentu saja pria berusia 66 tahun di Singapura ini tidak menyangka akan mengalami kerontokan rambut yang begitu parah setelah menerima dosis penuh vaksin Moderna.

Chen Guo Liang menerima dosis pertama vaksin Moderna pada Maret 2021 dan dosis keduanya sebulan kemudian. Tak lama setelah itu, istri Chen mulai mendapati banyaknya rambut rontok di kamar mereka, yang diimbangi dengan semakin menipisnya rambut di kepala sang suami.

Kerontokan yang dialami begitu parah sampai membuat Chen tidak ingin meninggalkan rumah beberapa bulan setelahnya. Baru pada Agustus 2021 kemarin rambut Chen tumbuh kembali sesudah ia mengaplikasikan krim anti-inflamasi dan formula penumbuh rambut secara rutin.

Dan ternyata Chen bukan satu-satunya yang mengalami efek seperti itu. Mengutip Mothership, Chen sempat membaca artikel di Lianhe Wanbao (Wanbao) tentang seorang wanita Jepang berusia 20-an yang juga mengalami rontok rambut parah setelah menerima suntikan vaksin Moderna pada Juni 2021.


Wanita itu sudah menjalani tes darah dan alergi namun tak menemukan penyebab di balik rontok rambut yang dialaminya. Chen pun juga sudah berkonsultasi dengan empat dokter, termasuk satu spesialis dermatologis, yang tidak bisa memastikan penyebab rambut rontok itu atau apakah memang benar terkait dengan vaksinasi COVID-19.

Dua dokter umum langsung membantah kaitan antara rambut rontok dengan vaksinasi, sedangkan dermatologis mengaku tidak bisa memastikan keterkaitan kedua fenomena. Lantas sebenarnya, apakah benar ada kemungkinan vaksinasi COVID-19 memicu rambut rontok seperti yang dialami Chen?

Pakar penyakit menular Leong Hoe Nam kepada Wanbao menyatakan kemungkinan rambut rontok itu bukan karena vaksinasi. Kemungkinan Chen mengalami fenomena yang disebut "Telogen Effluvium", yaitu kelainan di kulit kepala yang menyebabkan penipisan rambut karena gangguan pada siklus pertumbuhan rambut, yang kebetulan terjadi setelah vaksinasi.

Menurut Leong, kemungkinan tubuh Chen "terkejut" dengan masuknya substansi vaksin sehingga dalam beberapa waktu setelahnya, hampir 70 persen rambut menjadi rontok. Hipotesis serupa juga sempat disampaikan American Academy of Dermatology yang mengklaim bahwa rambut rontok ketika sakit adalah hal biasa dan akibat telogen effluvium. Nanti rambut akan tumbuh kembali dengan normal beberapa bulan sesudahnya.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts