Dokumen 'Pandora' Bocor, Ratusan Pemimpin Dunia Hindari Pajak Demi Sembunyikan Harta Kekayaan
pixabay.com/Ilustrasi/Bru-nO
Dunia

Menurut tinjauan terhadap hampir 12 juta file yang diperoleh dari 14 perusahaan yang berlokasi di seluruh dunia, ratusan orang tersebut menyembunyikan investasi mereka.

WowKeren - Sebuah laporan terbaru yang cukup mengejutkan telah membongkar dugaan penggelapan pajak yang dilakukan oleh orang-orang berpengaruh di seluruh dunia. Tak hanya para pemimpin dunia, namun juga politisi kuat, miliarder, selebriti, pemimpin agama, dan pengedar narkoba.

Menurut tinjauan terhadap hampir 12 juta file yang diperoleh dari 14 perusahaan yang berlokasi di seluruh dunia, ratusan orang tersebut menyembunyikan investasi mereka di rumah mewah, properti tepi pantai eksklusif, kapal pesiar, dan aset lainnya selama sekitar 25 tahun terakhir. Laporan itu melibatkan 600 jurnalis dari 150 outlet media di 117 negara dan dirilis oleh Konsorsium Jurnalis Investigasi Internasional pada Minggu (3/10).

Laporan yang dijuluki sebagai 'Pandora Papers' itu menjelaskan transaksi tersembunyi yang dilakukan oleh para elit dan koruptor yang sulit dilacak jejaknya, dan bagaimana mereka menggunakan rekening luar negeri untuk melindungi aset yang secara kolektif bernilai triliunan dolar. Dokumen ini adalah tindak lanjut dari proyek serupa yang dirilis pada tahun 2016 yang disebut "Panama Papers" yang disusun oleh kelompok jurnalistik yang sama. Lebih dari 330 politisi masuk dalam daftar tersebut.


Beberapa di antaranya adalah Raja Yordania Abdullah II, mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair, Perdana Menteri Republik Ceko Andrej Babis, Presiden Kenya Uhuru Kenyatta, Presiden Ekuador Guillermo Lasso, dan rekan Perdana Menteri Pakistan Imran Khan dan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Laporan itu menyatakan ada banyak akun dirancang untuk menghindari pajak dan menyembunyikan aset untuk alasan lainnya. Sven Giegold, anggota parlemen partai Hijau di Parlemen Eropa, mengatakan jika penghindaran pajak telah memicu kesenjangan global. "Kebocoran data baru harus menjadi peringatan," tegasnya.

Pandora Papers mengungkap contoh-contoh keserakahan yang merampas pendapatan pajak negara-negara yang dapat digunakan untuk membiayai program dan proyek untuk kebaikan yang lebih besar. Oxfam International, sebuah konsorsium badan amal Inggris, turut menyentil para pemimpin dunia yang kerap mengeluhkan kurangnya anggaran ketika negaranya dihadapkan pada masalah, termasuk pandemi COVID-19.

"Kapan pun seorang politisi atau pemimpin bisnis mengklaim 'tidak ada uang' untuk membayar kerusakan iklim dan inovasi," ujarnya. "Untuk pekerjaan yang lebih baik, pemulihan pasca-COVID yang adil, serta bantuan luar negeri, mereka tahu ke mana harus mencari."

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait