Taliban Inginkan Hubungan Baik Dengan Dunia, Tapi Abai Soal Pendidikan Anak Dan Perempuan
AFP/Hoshang Hashimi
Dunia

Sekjen PBB menyatakan bahwa Taliban telah mengingkari janjinya atas hak perempuan dan anak perempuan. Di sisi lain, Taliban ingin menjalin hubungan baik dengan negara lain di dunia.

WowKeren - Afghanistan saat ini telah kembali dikuasai oleh Taliban atas kemenangannya melawan Amerika Serikat (AS). Seperti yang diketahui, sebelumnya, Taliban telah berhasil mengusir AS dari Afghanistan dan kembali berkuasa.

Kini, pejabat Menteri Luar Negeri Taliban di Afghanistan telah mengimbau dunia untuk berhubungan baik, tetapi justru malah menghindari membuat komitmen tegas pada pendidikan anak dan perempuan. Padahal, hal ini merupakan tuntutan internasional untuk mengizinkan semua anak di Afghanistan kembali ke sekolah.

Sudah hampir dua bulan setelah mantan pemerintah yang didukung Barat itu runtuh dan kelompok itu menyapu Kabul. Pemerintah baru Taliban pun mendorong untuk membangun hubungan dengan negara-negara lain agar bisa membantu mencegah krisis ekonomi yang dahsyat.

"Masyarakat internasional perlu mulai bekerja sama dengan kami," terang Menteri Luar Negeri Mullah Amir Khan Muttaqi di sebuah acara yang diselenggarakan oleh Pusat Studi Konflik dan Kemanusiaan di Institut Doha untuk Studi Pascasarjana, Senin (11/10). "Dengan ini, kami akan dapat menghentikan rasa tidak aman dan pada saat yang sama, kami akan dapat terlibat secara positif dengan dunia."


Melansir Al Jazeera, hingga kini, Taliban masih enggan untuk membeberkan alasannya tidak mengizinkan anak perempuan kembali ke sekolah menengah, yang merupakan salah satu tuntutan utama masyarakat internasional setelah keputusan bulan lalu yang menyebut hanya akan dibuka kembali untuk anak-anak di atas kelas enam.

Lebih lanjut, Muttaqi menuturkan bahwa pemerintah Imarah Islam Taliban bergerak dengan hati-hati, tetapi hanya berkuasa selama beberapa minggu dan tidak dapat diharapkan untuk menyelesaikan reformasi yang tidak dapat diterapkan oleh masyarakat internasional dalam 20 tahun.

Akibatnya, pemerintah baru Afghanistan itu terus menerus mendapatkan kecaman lantaran pendekatannya terhadao pendidikan anak perempuan, yang dianggap sebagai salah satu dari sejumlah keuntungan positif terbatas dari keterlibatan Barat selama dua dekade di Afghanistan.

Di sisi lain, Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres menyebut bahwa Taliban telah melanggar janji untuk menjamin hak-hak perempuan dan anak-anak perempuan, serta tidak mungkin ekonomi dapat diperbaiki jika perempuan dilarang bekerja. Sementara itu, Muttaqi mendesak agar AS mencabut blok lebih dari 9 miliar USD sekitar Rp127,6 triliun dari cadangan bak sentral Afghanistan yang disimpan di luar negeri.

(wk/tiar)

You can share this post!

Related Posts