Megan Thee Stallion Bicara Soal Kesehatan Mental Usai Kehilangan Kedua Orangtua
Instagram/theestallion
Selebriti

Megan Thee Stallion buka-bukaan soal kesedihan dan kesehatan mentalnya usai kedua orangtuanya meninggal dunia. Termasuk cara Megan sukses berkarier di Hollywood meski tak ada dukungan dari kedua orangtua.

WowKeren - Rapper asal Amerika Megan Thee Stallion belum lama ini buka-bukaan soal kesehatan mental serta kesulitannya bertahan dalam kejamnya dunia industri Hollywood. Menurut Megan, kesehatan mental lah yang saat ini sangat penting dan paling dibutuhkannya.

Hal tersebut disampaikan Megan di tayangan Facebook milik Taraji P. Henson. Kesehatan mental sangat penting lantaran Megan mengaku menerima banyak tekanan sejak kariernya melejit.

"Saya merasa saat ini kesehatan mental lebih penting bagi saya, lebih dari sebelumnya, karena saya memiliki lebih banyak tekanan pada saya daripada yang saya rasakan dulu," ujar Megan. "Ketika saya masih Megan dan saya tidak dikritik dan di bawah tekanan seperti itu. kaca pembesar seperti saya sekarang."

Megan kemudian kembali membuka kesedihan masa lalu saat dirinya harus kehilangan kedua orangtuanya. Yang mana, Megan kehilangan ayahnya saat berusia sembilan tahun kemudian sang ibu wafat pada 2019 lalu.


Megan pun sempat bingung kepada siapa ia harus bercerita dan berkeluh kesah. Kini, Megan mengerti bahwa tak masalah meminta bantuan orang lain bila memang mengalami kesulitan. Sejak saat itu, Megan perlahan mulai menggunakan jasa terapi agar kesehatan mentalnya tetap stabil.

"Itu tidak pernah menjadi percakapan yang ada di atas meja. Sekarang di ruang ini, saya kehilangan kedua orang tua saya. Jadi sekarang saya seperti, 'Ya ampun, dengan siapa saya berbicara? Apa yang harus saya lakukan?" ungkap Megan. "Dan saya baru mulai belajar bahwa tidak apa-apa untuk meminta bantuan. Dan tidak apa-apa jika ingin menjalani terapi."

Terlahir sebagai ras kulit hitam membuat Megan sadar bahwa tak semua individu akan menyukainya. Itu mengapa, Megan memikirkan solusi pengobatan untuk tekanan yang didapatkannya. Ia juga tak masalah bila publik menganggap terapi atau pengobatannya sebagai sesuatu yang lemah.

"Sebagai orang kulit hitam dan ketika Anda memikirkan terapi, Anda berpikir, Ya ampun, saya lemah," tutur Megan. "Seperti, Anda memikirkan pengobatan, dan Anda hanya memikirkan yang terburuk."

(wk/Sisi)

You can share this post!

Related Posts