Isu Kakek Suhud Bukan Penjual Buku Agama, Baim Wong Dibela Psikolog Cantik Ini?
Instagram/baimwong
Selebriti
Kontroversi Baim Wong

Psikolog Dr Lita Gading sempat mengungkap pendapat soal kabar Kakek Suhud yang menurut orang sekitar rumahnya tak pernah terlihat berjualan buku agama atau apapun. Ini masukan Lita baik buat netizen maupun Baim Wong.

WowKeren - Banyak pihak kasihan ketika kakek bernama Suhud jadi korban kemarahan Baim Wong. Sang kakek akhirnya viral di sosial media setelah terkuak kalau ia bukan pengemis melainkan penjual buku agama Juz Amma

Namun setelah sempat mencuri simpati publik, muncul isu mengejutkan soal sang kakek. Pria berusia 70an itu malah dijuluki sebagai kakek DJ. Alih-alih dikenal berjualan buku agama, Wakil Ketua RT justru tak tahu soal itu.

"Kalau di Youtube ramainya dikatakan dagang, tapi disini kayaknya gak pernah lihat dia dagang," ujar Deny. "Kalau saya ga begitu tahu soal pekerjaannya. Jarang bergaul pak, kalau disini pak Suhud itu sering dipanggil Kakek DJ. Sering megang hp di headset (sambil ngangguk-ngangguk kepala)."

Selain Deny, tetangga lain bernama Luna juga mengungkap hal serupa. Luna selama ini tak tahu jika sang kakek berjualan Juz Amma.


"Kenal (sama Kakek Suhud) tetangganya, saya mah jualannya enggak tahu bawa apa-apa saya enggak tahu. Saya juga jarang ngobrol sih sama dia," kata Luna. "Iya bergaul. Sehari-harinya dia nyapu apa gitu, (dipanggilnya) babeh, saya kalau kerjanya enggak tahu, kalau dia kerja sehari-hari suka nyapu tapi kalau di luaran saya enggak tahu, saya enggak mau tahu urusan orang."

Setelah terkuaknya hal itu, Psikolog Dr. Lita Gading buka suara. Menurut Lita, masyarakat harus berhati-hati terkait masalah Baim tersebut.

"Ini pengakuan dari Wakil Ketua RT nya, jadi Bapak Suhud itu katanya tidak jualan. Nah hati-hati di sini, kalian para fans para haters jangan sampai ada yang teradu domba yang masalah ini, banyak sekali orang yang mempelintir masalah Baim Wong terhadap Bapak Suhud," ujar Lita.

Lita juga tak 100 persen membenarkan sikap Baim yang terbawa emosi. "Ya memang dari sini lah kita banyak belajar, apa sih yang seharusnya kita meredam emosi, bagaimana kita bisa menghargai orang tua, bagaimana kita bisa memberikan pelajaran terhadap orang lain tapi tidak membuat orang menjadi malu atau terhina," ujar Lita.

(wk/riaw)

You can share this post!

Related Posts