Menko Marives Luhut Sebut Penanganan COVID-19 Indonesia Kini Dapat Pujian, Dulu Di-Bully
Instagram/ luhut.pandjaitan
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Indonesia kini mendapat banyak pujian atas pencapaiannya dalam mengendalikan pandemi COVID-19 belakangan ini. Luhut menyebut bahwa pada awalnya dulu, Indonesia justru mendapat bully-an.

WowKeren - Penanganan COVID-19 di Indonesia belakangan ini telah menunjukkan perbaikan, bahkan tren penurunan kasus. Pencapaian ini tentunya tidak lepas dari kerja keras pemerintah yang didukung oleh pihak terkait, serta masyarakat.

Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marives) Luhut Binsar Pandjaitan berbagi cerita mengenai penanganan COVID-19 di Indonesia hingga bisa mencapai tren penurunan itu. Menurutnya, kesuksesan Indonesia dalam menangani pandemi COVID-19 itu lantaran percaya dengan kekuatan sendiri, bukan negara lain.

Sehingga, menurut Luhut, Indonesia kini banyak dipuji berbagai pihak lantaran dinilai mampu mengendalikan pandemi COVID-19 dengan sangat baik. Padahal, awalnya Indonesia sempat menerima caci maki karena dianggap tidak kompeten dalam menangani persoalan tersebut.

Luhut lantas menekankan bahwa masyarakat harus percaya bahwa Indonesia bisa menyelesaikan permasalahan pandemi COVID-19 ini sendiri. "Jangan merasa orang lain selalu bisa, penanganan COVID-19 begitu kompleks dan Indonesia dipuji banyak negara, bahkan awalnya kita di-bully, dilecehkan oleh bangsa sendiri," ungkap Luhut dalam pidato membuka "Capital Market Summer & Expo (CMSE) 2021", Kamis (14/10).


Selanjutnya, atas prestasi ditorehkan oleh Indonesia dalam penanganan COVID-19 itu, Luhut mengklaim bahwa Tanah Air sebagai negara yang mampu beradaptasi dalam melawan pandemi. Adapun kemunculan varian Delta yang begitu masif pada pertengahan tahun 2021 ini, juga menimbulkan lonjakan kasus COVID-19 hingga kasus aktif mencapai lebih dari 500 ribu per harinya.

Melihat kondisi COVID-19 yang cukup masif menyebar, akhirnya, pemerintah memutuskan untuk menerapkan kebijakan pembatasan aktivitas masyarakat. Luhut beserta jajarannya berpendapat bahwa satu-satunya pilihan per 3 Juli 2021, yakni menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level Jawa-Bali.

Kini, buah manis dari penerapan PPKM Level Jawa-Bali pun mulai dirasakan masyarakat yakni berhasil menekan laju penyebaran COVID-19. Di sisi lain, Luhut menyampaikan bahwa masih ada sejumlah tantangan yang dihadapi oleh Indonesia selain pandemi COVID-19 ke depannya.

"Tantangan ke depan datang dari pandemi COVID-19 yang menjangkiti lebih dari 200 juta orang dan menyebabkan 4 juta korban jiwa di seluruh dunia," papar Luhut. "Perubahan iklim yang makin nyata, geopolitik persaingan dua negara adidaya, Amerika Serikat dan Tiongkok."

(wk/tiar)

You can share this post!

Related Posts