Kritikus Budaya Korea Anggap Popularitas 'Street Woman Fighter' Tingkatkan Empati Publik, Kok Bisa?
Instagram/mnet_dance
TV
Demam Street Woman Fighter

Program 'Street Woman Fighter' selalu ada di peringkat 1 untuk program non-drama terpopuler. Kritikus budaya Korea nilai bahwa acara ini telah meningkatkan empati publik.

WowKeren - "Street Woman Fighter" telah mendapatkan popularitas meledak-ledak sejak ditayangkan perdana pada Agustus lalu. Mengusung konsep mengubah persepsi publik tentang dancer adalah pengiring penari, konsepnya telah berhasil menarik perhatian dan diterima publik.

Sejak awal tayang, "Street Woman Fighter" tidak pernah absen dari posisi No. 1 di topik TV non-drama berdasarkan perhitungan Good Data Corporation. Peringkat itu bertahan selama enam pekan berturut-turut. Selain itu, acara ini telah membentuk fandom kru bahkan individual setiap anggota.

Kesuksesan program ini bukan hanya karena panggung megah dan popularitas tim kontestan. Lebih dari itu, ucapan dan tindakan para kontestan menunjukkan semangat fair play sepanjang kompetisi. Tidak ada kontestan yang menghindari konfrontasi atau cemas akan kekalahan karena takut pada lawan dan tidak ada rencana untuk menjatuhkan satu sama lain.

Seorang kritikus budaya, Ha Jae Geun, menganalisis bahwa popularitas program ini kemungkinan karena pergeseran selera penonton. Dengan format acara hiburan terdahulu, pemirsa bosan dengan metode persaingan yang berfokus pada saling senggol, kecemburuan, dan perang saraf antara wanit. Kendati pada awalnya "Street Woman Fighter" digadang-gadang akan menjadi versi dancer "Unpretty Rapstar".


"Pertarungannya sengit, tetapi menunjukkan penampilan yang adil dan keren akan merangsang perasaan semacam 'psikologi kerinduan' dan memperluas cakupan empati," kata Ha Jae Geun.

Anggapan bahwa acara ini meningkatkan empati publik Pada awalnya "Street Woman Fighter" dikira akan berisi banyak perang saraf karena teaser yang bertebaran menunjukkan salah satu kontestan idol yakni Lee Chaeyeon eks member IZ*ONE. Akan tetapi, publik justru menunjukkan simpatinya kepada para dancer karena sejumlah kebijakan acara yang dinilai merugikan kontestan.

Sebagai contoh, permintaan publik tentang penghapusan sistem viewer untuk menilai para kontestan. Hingga kekhawatiran pemirsa jika para penari kembali tampil sebagai pengiring para bintang seperti yang terjadi pada misi koreografi untuk Jessi (Jessica H.O.).

Sementara itu, "Street Woman Fighter" yang dipandu oleh Kang Daniel ini telah mencapai babak semi final. Program ini bisa disaksikan setiap hari Selasa malam.

(wk/inta)

You can share this post!

Related Posts