Picu Kekhawatiran, Satgas IDI Ungkap Bisa Jadi Endemi Saat Berhasil Lewati Gelombang Ketiga COVID-19
Pixabay
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Sebelumnya, sejumlah ahli telah memprediksi bahwa Indonesia akan menghadapi gelombang ketiga COVID-19 pada akhir tahun 2021. Namun, Ketua Satgas IDI mengungkapkan hal lain mengenai gelombang ketiga.

WowKeren - Indonesia kini tengah menghadapi bayang-bayang terjadinya gelombang ketiga COVID-19. Meski pengendalian COVID-19 di Indonesia belakangan ini menunjukkan perbaikan dan penurunan, namun sejumlah ahli memperingatkan akan potensi terjadinya gelombang ketiga.

Sehingga, gelombang ketiga COVID-19 kini menjadi sebuah hal yang dikhawatirkan oleh masyarakat Indonesia. Di tengah kekhawaritan ini, Ketua Satgas COVID-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof. Zubairi Djoerban mengungkapkan bahwa gelombang yang diprediksi oleh banyak ahli akan terjadi usai libur panjang akhir tahun mendatang itu bisa saja dihindari.

Bahkan Zubairi juga menyebut apabila bisa melewati gelombang ketiga COVID-19, maka Indonesia bisa melewati pandemi dan menjadi endemi. Hal ini disampaikannya melalui cuitan di Twitter resminya, @ProfesorZubairi.

"Kekhawatiran gelombang ketiga COVID-19 ada di pikiran banyak orang," tulis Zubairi, Jumat (15/10). "Tapi, jika kita mampu menghindari gelombang itu maka COVID-19 akan berakhir jadi endemi."


Maka dari itu, Zubairi berharap agar kekhawatiran dari masyarakat Indonesia itu bisa menjadi sebuah kewaspadaan dan kehati-hatian untuk menjaga supaya tidak terjadi gelombang ketiga COVID-19. Selain itu, ia juga menekankan agar pemerintah tidak mengendorkan pelaksanaan vaksinasi COVID-19 terhadap penduduk Indonesia.

"Saya harap kita tidak menurunkan kewaspadaan jelang akhir tahun ini," lanjut Zubairi. "Tetap hati-hati dan tetap intensifkan vaksinasi."

Sebelumnya, sejumlah prediksi mengenai terjadinya gelombang ketiga COVID-19 ini disampaikan oleh sejumlah ahli, salah satunya adalah Ketua Pelaksana Harian Tim Mitigasi Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Mahesa Paranadipa. Menurutnya, gelombang ketiga COVID-19 di Indonesia akan terjadi pada akhir tahun 2021 ini.

Menurut Mahesa, terjadinya gelombang ketiga COVID-19 itu bisa mencuat saat libur panjang di akih tahun 2021. Prediksi ini ia sampaikan berdasarkan dari kondisi Indonesia yang pernah terjadi sebelumnya, serta teori-teori pakar yang dihimpun oleh IDI.

Di sisi lain, Ketua Pelaksana Program Pendampingan Keluarga Pasien COVID-19 RSLI, Radian Jadid menuturkan bahwa masyarakat Indonesia harus mewaspadai 7 hal yang menjadi pemicu terjadinya gelombang ketiga. Menurutnya, 7 hal ini harus benar-benar dihindari agar tidak terjadi gelombang ketiga COVID-19 di Indonesia.

(wk/tiar)

You can share this post!

Related Posts