HITSfluencer : Muhammad Fahrul, Kreasikan TikTok Untuk Lestarikan Tari Tradisional
/Dokumentasi Fahrul
Selebriti
HITSfluencer

Di tengah popularitas musik modern, Muhammad Fahrul berhasil menggunakan TikTok sebagai media untuk melestarikan Budaya Indonesia. Berawal dari terpaksa, ini dia kisah selengkapnya!

WowKeren - TikTok saat ini banyak melahirkan konten kreator musik dan gerakan tarian populer. Identik dengan tari modern, tidak banyak yang tahu jika TikTok bisa menjadi wadah melestarikan budaya Indonesia. Salah satu kreator dengan konten budaya Indonesia adalah Muhammad Fahrul. Pemilik akun TikTok gulajawaofficial ini terkenal berkat konten tari tradisionalnya.

Aktif sejak tahun 2020, Fahrul sudah mencuri perhatian lebih dari 648 ribu followers dengan 10,2 juta likes. Mahasiswa FKIP Universitas Tanjungpura Pontianak ini sukses membuktikan bahwa tari tradisional mampu menyatu dengan zaman. Berkat kontennya, ia berhasil membuat banyak orang tertarik pada budaya Indonesia.


Kepercayaan diri Fahrul membawakan konten tari tradisional tentu mengundang decak kagum. Hingga kini, video kompilasi tari Melayu, Dayak, Betawi, Jawa dan Papua yang di-mix dengan musik modern menjadi konten yang paling banyak ditonton. Video ini menjadi konten favorit Fahrul dengan jumlah tayangan fantastis yakni hampir 40 juta tayangan.

Kepada WowKeren untuk rubrik HITSfluencer, Fahrul secara eksklusif membagikan rahasia dibalik akun TikTok-nya. Penasaran seperti apa kisahnya? Simak penuturan Fahrul berikut ini.

(wk/wahy)

1. Temukan Passion Karena Keterpaksaan


Temukan <i>Passion</i> Karena Keterpaksaan
TikTok/gulajawaofficial

Awalnya, Fahrul tidak menyukai seni tari. Saat duduk di bangku SMA, guru seni memintanya untuk ikut beberapa acara menari. Meski sempat menolak, namun Fahrul akhirnya ikut serta karena tergiur honor yang dijanjikan.

Puncaknya, Fahrul dipercaya sang guru untuk mewakili sekolah dalam Festival Seni Nasional. Meski sempat dianggap remeh, Fahrul berhasil membuktikan kesungguhannya. Ia sukses membawa pulang predikat juara satu. Berawal dari terpaksa, ia akhirnya menemukan passion-nya.

"Aku bilang, 'bu, aku bukan penari dan aku enggak bisa nari'. Terus ya sudah, karena keterpaksaan nih, akhirnya tingkat kabupaten lolos juara satu dan tingkat provinsi lolos juara satu," ungkap Fahrul. "Setelah lomba itu, aku merasa kayaknya seni memang jalan aku. Karena setelah dari itu, banyak job-job. Dan bisa memberi aku uang sendiri."

2. Sempat Terkejut Karena Video Pertama Langsung Viral


Sempat Terkejut Karena Video Pertama Langsung Viral
TikTok/gulajawaofficial

Sejak perkuliahan online, Fahrul memutuskan untuk membuat akun TikTok. Karena bingung, ia meminta rekomendasi username kepada temannya. Sang teman yang berasal dari Medan pun merekomendasikan nama "gula jawa". Nama ini dianggap bisa merepresentasikan dirinya yang hitam dan manis.

Setelah melihat konten menari di TikTok, jiwa penari Fahrul tergerak. Ia akhirnya memutuskan untuk mengunggah video tari tradisional. Tidak butuh waktu lama, kontennya langsung mencuri perhatian. Selanjutnya, unggahan Fahrul yang lain juga viral dan sempat ditayangkan stasiun televisi. Hal ini membuat keluarga jauhnya sampai tahu bahwa ia aktif di TikTok.

"Belum ada (di TikTok) yang pakai tari-tarian tradisi, akhirnya bikin deh. Pertama kali bikin, langsung shock. Satu video langsung tembus, waktu itu pertama kali masih inget 600 ribuan penonton," ujar Fahrul. "Konten yang dibikin itu tarian dari Melayu, Jawa, sama Dayak Kalimantan. Tiga etnis dan langsung ada respon. Dan responnya positif, ya sudah dilanjutkan sampai sekarang."

3. Dapatkan Golden Ticket Berkat TikTok


Dapatkan <i>Golden Ticket</i> Berkat TikTok
TikTok/gulajawaofficial

Reaksi positif followers membuat Fahrul bertekad untuk aktif membuat konten tari tradisional. Diakui Fahrul, pengikutnya lebih menyukai konten tari tradisional ketika sudah di-mix dengan musik modern.

"Zaman sekarang, anak muda banyak sekali menganggap tari tradisional itu kuno," jelas Fahrul. "Makanya aku visualisasikan dengan hal yang baru yaitu di-mix dengan musik-musik modern tapi tidak menyalahi aturan tradisinya. Aku ingin mereka itu kayak, 'oh, ternyata tari tradisional itu juga keren.'"

Tujuan Fahrul melestarikan budaya Indonesia melalui konten TikTok akhirnya dilirik banyak pihak. Pada Mei 2021, ia secara eksklusif mendapat golden ticket bergabung sebagai peserta Putera Puteri Tari Indonesia tanpa biaya dan seleksi. Meski tidak menang, namun Fahrul sukses menyandang gelar Putera Tari Kepulauan Kalimantan.

4. Patahkan Komentar Miring Dengan Fokus Berkarya


Patahkan Komentar Miring Dengan Fokus Berkarya
TikTok/gulajawaofficial

Selain apresiasi, Fahrul juga pernah mendapat komentar miring. Namun, ia mengaku tidak pernah merasa terganggu. Komentar miring justru semakin memacu semangatnya untuk terus berkarya.

"Komentar netizen yang agak sedikit miring, bukan hambatan sih buat aku. Malah jadi semangat. Aku biasanya balas komentar mereka itu dengan karya," jelas Fahrul. “Aku merasa sebagai penari terutama di TikTok itu berguna dan menghibur. Syukur-syukur mengedukasi.”

Masalah pribadi juga pernah membuat Fahrul kesulitan. Gara-gara masalah pribadinya, ia sampai vakum dari TikTok selama satu bulan. Akhirnya, Fahrul memilih rehat sejenak dan menyelesaikan masalahnya. Setelah itu, baru ia kembali aktif mengunggah konten di TikTok.

"Selesaikan dulu masalahnya, baru kita jalan lagi. Karena mau kita gimanapun, hidup akan tetap berjalan. Kalau kita tetap di titik itu, (mau sampai) kapan?" ungkap Fahrul.

5. Tantangan Menari Dalam Banyak Ciri Khas


Tantangan Menari Dalam Banyak Ciri Khas
Instagram/muhammadfahrul_

Video kompilasi tari tradisional dari berbagai daerah merupakan konten TikTok pamungkas Fahrul. Tidak hanya TikTok, Fahrul juga akan membuat konten tutorial gerakan tari di YouTube. Diakui Fahrul, kesulitan terbesarnya adalah menyesuaikan gerak tari yang berbeda-beda dalam waktu singkat.

"Pernah yang sulit banget dari Jawa langsung pindah ke Bali. Jawa yang lembut, langsung ke Bali yang tegas dan powerfull," ujar Fahrul. "(Untuk mengatasinya) sebelum take video itu ada penyesuaian. Dan di situ sebelum masuk ke gerak Jawa, kita sudah harus ancang-ancang. Dan itu take berkali kali."

Tantangan lain yang dihadapi adalah ketika syuting di tempat umum. Proses syuting yang terhambat akibat lalu lalang warga menjadi pengalaman menarik baginya. Namun, ia mengakui jika menari di tempat umum memiliki sensasi rasa yang kuat.

6. Tips Tetap Percaya Diri Dengan Konten Berbeda Ala Fahrul


Tips Tetap Percaya Diri Dengan Konten Berbeda Ala Fahrul
TikTok/gulajawaofficial

Dibandingkan dengan unggahan populer di TikTok, video Fahrul adalah konten baru yang berbeda. Fahrul berhasil menciptakan variasi konten baru dan mendapat respons positif. Baginya, kunci agar tetap percaya diri dengan konten yang berbeda adalah tulus, ikhlas, serta menguasai tujuan kontennya. Selain itu, jangan lupa untuk mengaitkan dengan tren-tren populer agar lebih mudah mendapat atensi.

"Harus update lagu-lagu terbaru nih. Lagu-lagu terbaru di TikTok itu yang gimana. Biar, musik yang aku pakai itu enggak ketinggalan," beber Fahrul. "(Misalnya) di TikTok yang lagi viral musik yang begini gerakannya. Nah, ketika kita bikin sesuatu yang hal yang baru, misalnya dengan gerakan tradisi. Itu tuh, bakalan kayak orang-orang, 'wih, keren nih'. Jadi mereka juga mengapresiasi."

7. Pesan Untuk Generasi Yang Ingin Melestarikan Budaya


Pesan Untuk Generasi Yang Ingin Melestarikan Budaya
Instagram/muhammadfahrul_

Fahrul berharap agar TikTok bisa menjadi wadah edukasi bagi anak-anak muda. Apalagi di zaman yang serba canggih ini, ia ingin ada lebih banyak orang yang peduli tentang warisan budaya nusantara.

"Kalian enggak harus terjun langsung menjadi penari atau TikTok kalian itu isinya harus tari, enggak harus,” ujar Fahrul. “Kalian cukup mengapresiasi, share, itu sudah cukup untuk saling berkontribusi bagi perkembangan seni tari di Indonesia. Cintai budaya Indonesia, karena kalian tinggal di Indonesia. Jangan lupakan asal diri kita."

You can share this post!