Hong Kong Temukan Zat Penyebab Kanker di 60 Biskuit
pixabay.com/Ilustrasi/stevepb
Dunia

Laporan Dewan Konsumen Hong Kong menemukan sekitar 40 persen sampel biskuit memiliki label nutrisi yang tidak akurat dan ada yang tercatat memiliki tingkat karsinogen tinggi.

WowKeren - Pengawas konsumen Hong Kong telah menemukan zat penyebab kanker di semua 60 sampel biskuit pra-paket yang diuji. Menurut laporannya yang dirilis pada Senin (18/10), biskuit-biskuit itu mengandung karsinogen genotoksik glisidol atau akrilamida, atau keduanya.

Kedua zat tersebut merupakan kontaminan yang dihasilkan selama pemrosesan. Laporan Dewan Konsumen Hong Kong juga menemukan bahwa sekitar 40 persen dari biskuit ini memiliki label nutrisi yang tidak akurat. Adapun biskuit yang tercatat memiliki tingkat karsinogen tinggi adalah cracker Hup Seng, Ritz dan Jacob.

Menurut laporan tersebut, pengujian pada hewan mengungkapkan bahwa glisidol dan akrilamida dapat menyebabkan kanker. Joint Food and Agriculture Organization/World Health Organization Expert Committee on Food Additives (JECFA) mengatakan bahwa kurang tepat untuk menentukan batas asupan karsinogen genotoksik. Sebaliknya, mereka menyarankan bahwa asupannya harus serendah mungkin.

Menurut SCMP, Hup Seng Special Cream Crackers dan Jacob's Original Cream Crackers termasuk di antaranya yang memiliki perbedaan tertinggi. Kerupuk Jacob ditemukan mengandung lebih dari empat kali jumlah gula yang terdaftar, sementara kerupuk Hup Seng memiliki enam kali jumlah serat makanan yang terdaftar.


Empat puluh persen biskuit yang diuji juga ditemukan memiliki label nutrisi yang tidak akurat. Menanggapi adanya temuan ini, kementerian kesehatan Malaysia mengatakan bahwa mereka segera melakukan pemeriksaan di pabrik yang membuat tiga merek biskuit dan kerupuk populer, menurut Malay Mail.

Bloomberg melaporkan bahwa berdasarkan penyelidikan awal oleh Divisi Keamanan dan Kualitas Pangan kementerian, lokasi pabrik Hup Seng memiliki HACCP (Hazard Analysis and Critical Control Points) dan sertifikat kementerian kesehatan. Divisi ini juga akan melakukan pemeriksaan di lokasi perusahaan.

Pihak HACCP menurut Bloomberg mengatakan jika kerupuk krim yang diproduksi di Malaysia layak untuk dikonsumsi. Sebab, makanan itu telah dibuat dengan memperhatikan standar kualitas dan keamanan pangan.

"Kerupuk krim khusus yang diproduksi dan dipasarkan di Malaysia layak untuk dikonsumsi manusia," kata mereka. "Dan sesuai dengan peraturan setempat, standar kualitas dan standar keamanan pangan."

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts